
![]() |
Jakarta, Kompas - Dua sekolah dasar negeri terpencil, yakni SD 01 Pagi dan SD 03 Pagi di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, yang menampung sekitar 512 murid, dalam kondisi memprihatinkan. Plafon seluruh ruang kelas SD 01 nyaris roboh, serta seluruh fasilitas kursi, bangku, meja, dan lemari SD 03 rusak.
Para guru dua sekolah itu yang ditemui di Pulau Panggang, Jumat (18/7), menyatakan prihatin atas kondisi sekolahnya. Guru SD 01 sudah mengusulkan rehabilitasi gedung. Begitu juga untuk perabot sekolah di SD 03 sudah diusulkan berkali-kali untuk diperbaiki atau diganti, tetapi belum ada tanggapan.
Bahkan, mereka mendengar, usulan untuk rehabilitasi bangunan SD 01 sudah dicoret oleh wakil-wakil rakyatnya sendiri di DPRD Provinsi DKI Jakarta. Para guru berharap, pada pembahasan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini sedang dilakukan, anggota Dewan terhormat itu memasukkan lagi biaya perbaikan gedung SD 01.
”Orangtua murid dan guru semuanya khawatir. Kami khawatir plafon di ruang kelas ambrol dan menimpa anak-anak yang sedang belajar,” kata Pelaksana Tugas Kepala SD 01 Ny Mahdyah (48).
Gedung SD 01 digunakan untuk TK-SD satu atap. Terdiri atas dua lantai, tetapi hanya ada enam ruang belajar di lantai dua. Sebagian plafon di setiap ruangan di lantai dua sudah copot dan plafon yang tersisa nyaris roboh. ”Pada saat hujan, seluruh ruangan bocor. Anak-anak terguyur air hujan dan kedinginan. Kegiatan belajar-mengajar pun terganggu,” kata Mahdyah.
Sebuah pengalaman buruk terjadi beberapa waktu lalu saat hujan turun. Seluruh plafon di tangga menuju lantai dua roboh dan lampu listriknya pecah. ”Beruntung saat itu anak-anak sedang di kelas dan tidak ada yang lewat,” kata Mahdyah.
Enam ruang belajar tak mampu menampung semua muridnya, 262 orang, sebab untuk kelas III dan IV ada kelas paralel.
Bupati Kepulauan Seribu Abdul Rachman Andit ketika ditanya soal bangunan SD yang rusak dan berpotensi membahayakan mengatakan, pihaknya akan memerhatikan masalah di dua SD dan satu TK di Pulau Panggang itu. (CAL)