Jumat, 29 Agustus 2008
McLaren Incar Finis Pertama dan Kedua
Raikkonen Gagal Menembus Lima Besar dalam Sesi Kualifikasi
AP PHOTO/CHRISTOF STACHE / Kompas Images
Pembalap McLaren Mercedes, Lewis Hamilton, melambaikan tangan setelah menyelesaikan sesi kualifikasi dan merebut pole position GP Jerman di trek balap Hockenheim, Sabtu (20/7).
Minggu, 20 Juli 2008 | 03:00 WIB

Hockenheim, Sabtu - McLaren mengincar finis pertama dan kedua pada lomba GP Jerman, Minggu (19/7) di Hockenheim. Ambisi ini disampaikan pembalap mereka, Lewis Hamilton, seusai kualifikasi, Sabtu (19/7). Dalam sesi penentuan posisi start itu, pembalap McLaren menempati posisi pertama dan ketiga.

Hamilton merebut pole position setelah pada detik penghabisan kualifikasi berhasil mengungguli pembalap Ferrari, Felipe Massa. Hamilton membukukan waktu lap 1 menit 15,666 detik, sedangkan Massa yang berada di posisi start kedua mencetak waktu lap 1 menit 15,859 detik.

Rekan satu tim Hamilton, Heikki Kovalainen, menempati posisi start ketiga. Waktu lapnya adalah 1 menit 16,143 detik.

Mendapati timnya tampil bagus pada kualifikasi, optimisme Hamilton langsung membubung tinggi. ”Saya gembira dengan apa yang kami hasilkan pada kualifikasi. Namun, hari ini (Sabtu) bukan saatnya meraih poin, baru besok saat untuk berburu poin. Heikki dan saya akan berjuang sekuat tenaga agar bisa meraih finis pertama dan kedua besok,” ujar Hamilton.

Pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen, meraih hasil mengecewakan dalam kualifikasi. Juara dunia F1 2007 ini berada di urutan start keenam. Waktu lap pembalap Finlandia itu lebih lambat 0,723 detik dari Hamilton.

Posisi Raikkonen anjlok ke posisi keenam setelah Jarno Trulli dan Fernando Alonso berhasil menembus ke lima besar pada detik terakhir kualifikasi.

Trulli dari Toyota menempati posisi start keempat dengan waktu lap 1 menit 16,191 detik. Adapun Alonso, pembalap Renault, bakal memulai lomba dari urutan kelima dengan waktu lap 1 menit 16,385 detik.

Bos tim Ferrari, Stefano Domenicali, tidak terlalu khawatir dengan kegagalan timnya meraih pole position. Ia juga tidak mau membesar-besarkan hasil kualifikasi Raikkonen yang hanya berada di posisi keenam.

Menurut pengganti bos lama tim Ferrari, Jean Todt, itu, Raikkonen menuai posisi start keenam karena menjalani lap terakhir kualifikasi dengan tidak sempurna. ”Itu memang bukan lap yang sempurna sehingga kami harus mendapat hasil tidak memuaskan. Namun, hal paling penting adalah kecepatan Raikkonen konsisten. Faktor inilah yang paling penting dalam menjalani balapan,” ujar Domenicali.

Maksud Domenicali, hasil kualifikasi bergantung pada satu atau dua lap terakhir sesi tersebut. Namun, meski mampu menjalani lap terakhir dengan sangat baik sehingga mencetak waktu lap yang begitu bagus, seorang pembalap akan tetap keteteran dalam lomba apabila waktu lap terbaiknya tersebut tidak mencerminkan umumnya waktu lap yang dicetak dia.

Jadi, Domenicali yakin, waktu lap Raikkonen secara umum tetap lebih baik ketimbang Alonso dan Trulli. Dalam balapan besok, ia yakin Raikkonen tampil jauh lebih kompetitif.

Saat dikonfrontasikan dengan kenyataan bahwa Raikkonen tampak masih belum nyaman dengan mobilnya, Domenicali menyatakan, timnya akan terus berupaya memperbaiki situasi yang dihadapi Raikkonen. ”Kami harus tetap tenang,” ujarnya, seperti dikutip autosport.com. (reuters/ato)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort