
![]() |
Sentul, Kompas - Tim Qi-Meritus, Sabtu (19/7), mendominasi balapan putaran kelima Formula V6 Asia di Sirkuit Sentul, Jawa Barat. Dua pembalap mereka, Earl Bamber dan James Grunwell, berhasil memborong finis pertama dan kedua.
Start dari urutan pertama, Bamber yang baru berusia 17 tahun melakukan rolling start (start bergerak) dengan baik. Ia bisa mempertahankan posisinya di urutan pertama. Sebaliknya, rekan satu timnya, Grunwell, melakukan start dengan kurang sempurna. Memulai lomba dari urutan kedua, pembalap berusia 19 tahun ini disalip Armaan Ebrahim asal India.
Namun, kinerja Grunwell tetap lebih unggul. Menjelang balapan sebanyak 15 lap itu berakhir, Grunwell menyalip Ebrahim dan akhirnya finis kedua. Hasil tersebut sesuai dengan keyakinan bos tim Qi-Meritus, Peter Thompson. Rabu lalu ia menegaskan bahwa timnya memiliki peluang besar untuk menang.
Nama Meritus dan Peter Thompson cukup fenomenal di kancah Formula BMW Asia, kejuaraan formula di bawah Formula V6 Asia. Pada awal 2007 banding mereka atas hukuman diskualifikasi yang dijatuhkan kepada Meritus dikabulkan Federasi Otomobil Internasional.
Alhasil, gelar juara umum Formula BMW Asia 2007 yang dikantongi pembalap Indonesia, Zahir Ali, dikembalikan kepada Jazeman Jaafar, pembalap Meritus asal Malaysia. Mereka didiskualifikasi pada seri terakhir Formula BMW Asia 2007 karena mobil mereka dinilai menyalahi peraturan.
Robin Tato
Pembalap Indonesia, Robin Tato, menuai hasil mengecewakan pada putaran kelima For- mula V6 Asia. Ia finis kesembilan (paling belakang). Ini merupa- kan hasil terburuk Robin selama mengikuti Formula V6 Asia.
Memulai lomba dari urutan kesembilan atau buncit, Robin pada beberapa lap awal mam- pu mendekati pembalap di depannya. Namun, tak lama kemudian, ia keteteran. Dengan pemimpin lomba, Bamber, seli- sih waktu Robin bertambah banyak sekitar lima detik per lapnya.
Pembalap tim E-Rain Racing itu mengaku trauma dengan kecelakaan yang dialaminya di tikungan S kecil, Jumat lalu. Akibatnya, saat lomba ia tak berani memacu mobil dengan maksimal di tikungan itu.
Menempati posisi start kesembilan dalam kualifikasi adalah suatu kemunduran karena pada latihan, Jumat, Robin mampu menempati posisi keenam. Menurut dia, dalam kualifikasi setelan mobilnya diubah tanpa sepengetahuan dia. ”Mobil lebih oversteer sehingga saya tak berani melaju kencang,” ujarnya.
Lomba Formula V6 Asia dilanjutkan Minggu (20/7), dengan balapan putaran keenam. (ato)