
![]() |
Bandung, Kompas - Pelatih Persib Bandung Jaya Hartono berharap laga Persib melawan Persija dalam Djarum Liga Super Indonesia atau LSI 2008, Minggu (20/7) di Stadion Siliwangi, Bandung, berjalan lancar. Harapan ini mencuat mengingat pertemuan dua tim itu sarat dengan faktor nonteknis. Pelatih Persija Jakarta Danurwindo juga berharap pendukung tim tidak merugikan jalannya laga.
Persija tidak akan didukung suporternya. Hal ini dinilai Jaya bakal menguntungkan timnya. Setidaknya, skuad ”Maung Bandung” bisa bermain lebih tenang. Belajar dari laga melawan Persela Lamongan yang kalah 2-5, Persib masih harus berbenah dalam menjaga konsistensi irama permainan dan kekompakan tim.
Danurwindo mengakui, Persib tim kuat yang memiliki beberapa pemain berbahaya, seperti Hilton Moreira, Lorenzo Cabanas, dan striker baru Persib, Rafael Bastos. ”Meski ada beberapa pemain bagus, saya tidak pilih-pilih. Siapa pun pemain Persib yang masuk jantung pertahanan tim kami, dia harus dihentikan,” kata Danur.
Partai Persib versus Persija adalah salah satu laga terpanas di kompetisi Tanah Air. Pertemuan kedua tim hampir selalu diwarnai kerusuhan suporter, baik di Bandung maupun Jakarta. Saat Persija dijamu Persitara Jakarta Utara di Soreang, Senin lalu, oknum pendukung berbaju biru melempari bus rombongan Persija. Hal-hal nonteknis itulah yang ingin dihindari kedua tim hari Minggu ini.
PSIS pulihkan mental
Di Semarang, tuan rumah PSIS Semarang tidak ingin hasil imbang terjadi lagi saat menjamu Persiba Balikpapan pada lanjutan Djarum LSI di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (20/7) ini. Menurut Manajer Teknik PSIS Agung Nugroho, setelah ditahan PKT Bontang 1-1 pekan lalu mental para pemain PSIS telah dibenahi dengan mendatangkan pakar kejiwaan.
”Hasil buruk pada pertandingan awal lebih karena mental pemain yang belum stabil. Kami harap pada laga nanti mental pemain lebih baik,” ujar Agung kepada Kompas, Sabtu (19/7).
Di Soreang, Kabupaten Bandung, Persitara Jakarta menjamu Persela Lamongan. Manajer Persitara Hari Ruswanto menyatakan, timnya menargetkan tiga poin untuk meyakinkan sponsor agar mau menyuntikkan dana untuk menyelamatkan Persitara. (DEN/CHE/APO/SAM)