
![]() |
Palembang, Kompas - Situs Sentang di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, perlu dilindungi dari kerusakan akibat aktivitas manusia. Situs Sentang diperkirakan merupakan sebuah perkampungan pada awal tahun Masehi.
Hasil pengamatan Kompas bersama Balai Arkeologi Palembang, Sabtu (19/7), di sekitar lokasi penemuan tempayan kubur pada bulan April lalu aktivitas manusia cukup ramai karena terletak di tengah perkampungan.
Bahkan, di lokasi yang diduga terdapat banyak benda purbakala di dekatnya sudah berdiri tempat penggergajian kayu. Warga menyebut lokasi tersebut dengan nama ”Kapal”. Di lokasi tersebut pernah ditemukan keramik yang diduga adalah muatan sebuah kapal.
Kepala Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti menjelaskan, warga sekitar sudah sering menemukan benda-benda purbakala sejak tahun 1960-an. Ada warga yang menemukan secara tidak sengaja, tetapi ada yang melakukan penggalian secara ilegal.
”Pada bulan April 2008, kami menemukan sebuah tempayan kubur di belakang rumah warga. Kami menduga tempat itu dulu adalah perkampungan yang ada kuburannya,” kata Nurhadi.
Menurut Nurhadi, aktivitas manusia bisa merusak benda-benda purbakala yang masih terkubur di situs Sentang. Balai Arkeologi Palembang berencana membebaskan tanah yang diduga di dalamnya terkubur benda- benda purbakala. Warga diimbau agar tidak melakukan penggalian lagi.
”Tahun depan kami merencanakan untuk melakukan penggalian di situs ”Kapal”. Selain tempayan kubur, pernah ditemukan kendi dari China,” ujarnya.
Bekas penggalian
Seorang warga bernama Husin (70) mengatakan, penggalian benda purbakala marak sejak tahun 1970-an, tetapi kemudian dihentikan oleh kepolisian. Sampai saat ini bekas-bekas lubang penggalian itu masih bisa ditemukan.
”Kami mendengar cerita tentang kapal itu secara turun temurun. Menurut cerita, kapal itu merupakan bagian kapal Dampo Awang,” kata Husin.
Menurut Husin, tanah di lokasi yang disebut ”Kapal” maupun tanah di lapangan sepak bola terdengar suara menggema. Diduga di dalam tanah terdapat benda yang menimbulkan gema. (WAD)