
Minggu, 3 Agustus 2008 | 03:00 WIB
Malang, Kompas - ”Singo Edan” Arema Malang kembali ompong saat bermain di kandangnya sendiri pada lanjutan Djarum Liga Super Indonesia 2008. Menjamu PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (2/8), Arema, yang pada laga sebelumnya dipermalukan Pelita Jaya 0-2, hanya mampu bermain imbang 0-0.
Melawan ”Laskar Mahesa Jenar”, sebenarnya Singo Edan memiliki modal yang cukup bagus. Mereka bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan ultrafanatik dari ribuan Aremania. Namun, keganasan serangan Arema praktis hanya bertahan pada 20 menit awal.
Pada menit-menit awal itu tim Singo Edan memiliki sejumlah peluang bagus. Termasuk pada menit ke-14 saat striker Emaleu Serge berhasil menjebol gawang PSIS. Namun, gol itu dianulir wasit karena offside.
Selanjutnya, nyaris permainan Arema yang cepat, taktis, dan berani jarang terlihat. Bahkan untuk mengontrol laju serangan dari lini tengah, atau melakukan counter attack, tim polesan Bambang Nurdiansyah itu kewalahan. Hingga babak pertama usai, tidak satu gol pun dikantongi Arema.
Seusai turun minum, PSIS justru terlihat lebih garang. Serangan balik yang mereka lakukan sering membahayakan. Tuan rumah kian terpukul setelah Mbamba menyikut pemain belakang PSIS, Edson, yang membuatnya diusir wasit M Syafei. Bermain dengan 10 pemain, Arema tampak semakin frustrasi.
Umpan dari kaki ke kaki yang sebenarnya menjadi ciri mereka nyaris hilang dari permainan. Para pemain cenderung melakukan umpan-umpan bola langsung ke depan sehingga serangan-serangan itu selalu kandas. Hingga laga berakhir kedudukan tetap bertahan dengan skor, 0-0.
Asisten Pelatih Arema Joko Susilo mengatakan, sedikit banyak memang mental pemain Arema masih labil saat bermain di depan publik sendiri. ”Tentunya sedikit kendala mental yang kurang stabil ini akan kami perbaiki demi keberhasilan di partai berikutnya,” ujar Joko.
Kegagalan memetik poin penuh menempatkan Arema di peringkat enam klasemen sementara dengan tujuh poin dari empat laga. Adapun PSIS masih terperosok di papan bawah dengan tiga poin dari empat laga tanpa satu kemenangan pun.
Pertahankan rekor
Di Kediri, Pelita mempertahankan rekor belum terkalahkan di Liga Super Indonesia. Setelah tampil mengejutkan dengan meraih kemenangan di kandang Arema, penampilan tim asuhan Fandi Ahmad itu juga sangat baik saat meladeni tim penuh bintang, Persik Kediri.
Pelita Jaya meraih poin penting dengan menahan imbang ”Tim Macah Putih” Persik 1-1. Meski mendapat tekanan dari ribuan pendukung tuan rumah, Pelita mampu mengimbangi permainan Persik. Pelita bahkan mengejutkan tuan rumah setelah Jalaludin Main menjebol gawang tuan rumah pada menit ke-72.
Namun, keunggulan Pelita tak berlangsung lama. Saktiawan Sinaga menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan setelah sundulannya tiga menit setelah gol Pelita tak berhasil dijangkau kiper Dian Agus Prasetyo. Meski hanya bermain imbang, Pelatih Persik Arcan Iurie mengaku puas. ”Saya kira seluruh pemain sudah bermain maksimal. Saya akui, Pelita Jaya tim yang tangguh,” ujarnya.
Pelita kini di papan atas klasemen, di peringkat dua di bawah Persipura dengan perolehan delapan poin. Adapun Persik menempati peringkat tiga dengan tujuh poin. (dia/nik/ray)