Minggu, 05 Juli 2009
kriminalitas
Mantan Petinggi Depkeu Dibunuh

Minggu, 3 Agustus 2008 | 02:04 WIB

 

 

Jakarta, Kompas - Mantan Kepala Badan Ekspor dan Pengolahan Data Departemen Keuangan Hamonongan Hutabarat (70) tewas dibunuh bersama istrinya, Marinta Simatupang (67), dan pembantunya, Santi (17), di rumahnya di Jalan Tegal Nomor 15, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/8) pukul 04.00.

Setelah membunuh, tersangka Nendi Suhendi (25) mengambil perhiasan korban senilai ratusan juta rupiah. Berselang tiga jam dari kejadian tersebut, Nendi diringkus polisi.

Menurut saksi Sutini (58) dan suaminya, Muh Yamin (60), kepada polisi, Nendi yang sudah empat tahun menjadi tenaga lepas Perlindungan Masyarakat (Linmas) minum minuman keras di warungnya, Sabtu dini hari. Saksi adalah pemilik warung di dekat rumah korban.

Nendi, seperti pengakuannya kepada wartawan, kini terbelit utang. ”Saya antara lain masih memiliki utang Rp 2,5 juta buat biaya persalinan anak saya yang kedua,” ucapnya.

Di tengah tekanan dan kebingungan itulah muncul niatnya merampok. Nendi yang mengenakan seragam Linmas kemudian melangkah ke rumah Hamonongan, melompat pagar, naik tembok menuju atap, turun, dan sampai di ruang keluarga. Di sana, pria beristri dua itu mendapati Santi sedang tidur.

Nendi membangunkan Santi dan berniat mengikatnya. Santi kaget lalu berteriak. Marinta pun terbangun dan langsung keluar dari kamar. Melihat Marinta keluar, Nendi menikam dengan empat tusukan, di ulu hati, dada, dan pinggang kiri. Kegaduhan membuat Hamonongan menyusul keluar. Nendi pun menghujani Hamonongan dengan tiga tusukan, di perut, dada, dan kepala sebelah kiri.

Melihat kedua majikannya tewas, Santi lari keluar. Nendi mengejar, menghantam kepala korban dengan batu. Santi roboh di tengah halaman. Empat tusukan melukai Santi, di perut, ulu hati, alis, dan pinggang kiri. Nendi lalu melempar sangkurnya ke atap rumah, masuk ke kamar Hamonongan, dan mengambil harta korban.

Sangkur

Menurut Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Winarko, harta yang diambil antara lain tiga pasang giwang bermata berlian, 11 pasang giwang emas bertabur permata, dua jam tangan Rolex, telepon seluler, 12 bros emas bertabur batu permata, empat cincin dan enam kalung emas, satu kalung emas putih, satu kalung mutiara, dua gelang emas, sebuah bandul mutiara dan tiga bandul emas lainnya, serta uang Rp 1,5 juta.

Di luar rumah korban, petugas satpam tetangga Hamonongan, Rudi, yang sedang jaga di rumah majikannya, juga mendengar kegaduhan di rumah Hamonongan. ”Saya lalu membangunkan dan mengajak Sutini dan Yamin melihat rumah korban,” kata Rudi. Dari balik pagar, ketiganya melihat Santi tergeletak. Rudi melapor ke petugas Linmas di kantor kelurahan di seberang jalan.

Ketika ketiganya pergi, Nendi, seperti pengakuannya, keluar dan memindahkan mayat Santi ke tepi tembok depan garasi, lalu mematikan lampu depan rumah. Dengan barang rampokannya, Nendi naik dan menyusur atap, dan tiba di warung Sutini.

Dari sana ia ke kantor kelurahan dan meletakkan barang rampokannya di laci lemari penyimpanan. Nendi mengganti kemejanya yang bernoda darah. Ia lalu ke rumah korban. Di sana, rumah Hamonongan sudah ramai oleh warga dan polisi.

Polisi yang tiba sejak pukul 06.00 menemukan sangkur Nendi, lalu mencocokkannya dengan sangkur kelima anggota Linmas lainnya. Keenam anggota Linmas pun diperiksa, termasuk Nendi.

Ketika polisi bertanya, di mana sangkur Nendi, pelaku berkilah. Namun, Nendi tak bisa mungkir setelah polisi menunjukkan sangkur miliknya.

”Nendi kami jerat pasal 365, 351 ayat 1, dan pasal 338. Sanksinya, hukuman penjara maksimal 15 tahun,” kata Heru.

Pukul 19.00 jenazah Hamonongan dan istri tiba di rumah duka setelah diotopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. ”Jenazah mungkin akan dikebumikan hari Selasa, menunggu kedatangan kakak sulung saya dari Australia,” tutur Samuel (35). Samuel adalah bungsu dari tiga bersaudara, anak korban. (ECA/WIN)

Share on Facebook
Nilai 8 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: