Minggu, 05 Juli 2009
SMK Diprioritaskan

Senin, 25 Agustus 2008 | 01:04 WIB

SLEMAN, KOMPAS - Pemerintah akan memfokuskan pengembangan pendidikan tingkat menengah pada sekolah menengah kejuruan atau SMK. Rasio jumlah siswa SMK dibandingkan siswa SMA ditargetkan bisa diubah dari 44 : 56 pada tahun 2007 menjadi 70 : 30 pada tahun 2015.

Kebijakan ini ditempuh karena pendidikan kejuruan dinilai sebagai jalur pembelajaran yang tepat untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai yang sangat dibutuhkan untuk menopang perkembangan industri.

”Sekarang ini jumlah siswa SMK tumbuh 4 persen per tahun,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo ketika meresmikan institusi Toyota Technical Education Program di SMK Negeri 2 Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/8).

Bambang menjelaskan, pendidikan SMK menjadi penting karena secara langsung bersentuhan dengan permasalahan kemiskinan. Dengan menciptakan siswa didik yang terampil, diharapkan mereka bisa langsung bekerja setelah lulus atau membuka usaha sendiri dengan bekal keterampilannya. ”Jika itu berjalan, secara tidak langsung akan menurunkan jumlah kemiskinan,” katanya.

Meski demikian, ia berjanji tidak hanya akan menggenjot kuantitas siswa SMK, melainkan juga memperbaiki kualitas SMK. Hal ini dimungkinkan setelah pemerintah merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen pada APBN 2009. ”Salah satu sektor yang akan mengalami lonjakan anggaran terbesar nantinya adalah SMK,” katanya.

Meski belum bisa menyebutkan berapa angka lonjakan itu karena masih menunggu pembahasan DPR, Bambang mengatakan, dana itu salah satunya akan digunakan untuk meremajakan peralatan-peralatan latihan. Dana tersebut juga akan digunakan untuk mendirikan SMK-SMK baru maupun penambahan ruang kelas di sekolah-sekolah yang sudah ada.

Pertama kali

Marketing Director Toyota Astra Motor Indonesia Joko Trisanyoto mengatakan, pihaknya siap mendukung program pemerintah untuk meningkatkan mutu siswa SMK di Indonesia. Salah satunya adalah dengan program Toyota Technicians Education Program (T-TEP) Body & Paint di SMKN 2 Depok, Kabupaten, Sleman, Yogyakarta.

Program T-TEP Body & Paint ini baru pertama kali diterapkan di SMK jurusan otomotif di Indonesia. Selain dibekali keterampilan perbaikan secara umum (general repair), siswa juga diberi kemampuan perbaikan bodi dan pengecatan kendaraan.

”Program T-TEP Body & Paint di SMKN 2 Depok, Yogyakarta, ini merupakan program ketiga di dunia setelah Thailand dan China,” kata Joko yang didampingi Vice President Service Division of Toyota Motor Asia Pasifik Masahide Yajima.

Joko menyebutkan, perkembangan otomotif yang pesat kini membuka peluang usaha baru untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Keahlian perbaikan dengan spesifikasi perbaikan bodi dan pengecatan kendaraan semakin dibutuhkan masyarakat.

Sejak tahun 1993, Toyota Astra Motor merintis kerja sama link & match dengan nama T-TEP dan sub-T-TEP dengan 43 SMK jurusan otomotif di seluruh Indonesia. Dukungan yang diberikan meliputi kurikulum pendidikan, alat peraga, sarana praktikum, dan pelatihan guru. Untuk T-TEP Body & Paint di SMKN 2 Depok Yogyakarta, misalnya, dukungan yang disiapkan mulai dari penyiapan kurikulum, pedoman training, hingga alat peraga mencapai Rp 1 miliar. (ENG/ELN)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: