
![]() |
Kiev, jumat - Keanggotaan Georgia dan Ukraina di Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO menjadi perbincangan antara Wakil Presiden AS Dick Cheney dan para pemimpin dua negara pecahan Uni Soviet itu.
Pada pertemuan dengan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili, Kamis (4/9), Cheney menegaskan bahwa AS sangat mendukung upaya Georgia untuk bergabung di NATO. Cheney juga akan mengatakan hal yang sama kepada para pemimpin Ukraina.
Dalam pertemuan Dick Cheney dengan Presiden Ukraina Viktor Yushchenko, Jumat di Kiev, Yushchenko mendesak AS untuk mendorong diterimanya Ukraina sebagai anggota NATO.
”Setelah peristiwa serangan Rusia di Georgia, Ukraina tidak merasa aman dan terlindungi tanpa menjadi bagian dari sebuah sistem keamanan internasional, NATO adalah salah satunya,” ungkap Yushchenko.
Selain bertemu dengan Presiden Ukraina, Cheney juga bertemu dengan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko yang kini berselisih dengan Yushchenko. Perselisihan kedua pemimpin Ukraina itu membuat Uni Eropa terus menunda keputusan mengenai permintaan integrasi negara itu ke dalam Uni Eropa.
Ukraina akhir-akhir ini kerap bersitegang dengan Rusia menyusul sikap Yushchenko yang lebih pro-Barat. Hal itu juga menimbulkan persoalan di dalam negeri Rusia karena cukup besarnya jumlah warga Ukraina yang berbahasa Rusia.
Peran Cheney diungkap
Beberapa pejabat Rusia berulang kali menegaskan, militer AS mendorong Georgia untuk berusaha mengambil alih Ossetia Selatan dengan kekuatan militer pada 7 Agustus.
Konstantin Kosachyov, Ketua Komite Luar Negeri Majelis Rendah Rusia, menuduh Cheney berusaha membentuk sebuah poros anti-Rusia. ”Adalah Cheney yang berada di belakang semua peristiwa baru-baru ini di bekas anggota Soviet,” demikian tudingan Kosachyov kepada Cheney. (AP/AFP/Reuters/OKI)