
![]() |
Jakarta, Kompas - Pondokan bagi jemaah haji dari Indonesia masih kurang 31 persen dari 200.460 orang. Kondisi ini, antara lain, disebabkan lemahnya lobi pemerintah menghadapi penyedia pemondokan haji dan lobi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Padahal, pemondokan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap tahun. Namun, pemerintah dinilai belum memperlihatkan usaha yang maksimal.
Hal ini diungkapkan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Latifa Iskandar, di Jakarta, Jumat (5/9). ”Sejak awal pemerintah sudah berjanji memperbaiki pelaksanaan haji, termasuk pondokan, tetapi nyatanya tak pernah beres,” ujarnya.
Selain itu, Latifa mengungkapkan, jarak pondokan yang jauh dari Masjidil Haram jelas menyulitkan jemaah haji yang biasanya sudah berusia lanjut.
”Pemerintah memang menjanjikan 30 persen pondokan berada dalam radius kurang dari 1,5 kilometer (km). Sekitar 70 persen sisanya berada di radius lebih dari 1,5 km dan dijanjikan transportasi,” ujarnya. Namun, pengalaman pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya memperlihatkan fasilitas transportasi yang disediakan kurang nyaman dan jumlahnya kurang memadai. Problem lain, ketika mendekati musim haji sampai masa puncak haji, jalanan di Mekkah padat sehingga kendaraan sulit berjalan.
”Akibatnya, ya bisa dibayangkan jemaah haji kita terpaksa berjalan jauh. Bayangkan jika jemaah yang berusia lanjut sampai harus menempuh jarak 10 km ke pondokannya di bawah suhu terik. Apa kita tega?” ujarnya.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Kamis malam di Jakarta, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama Slamet Riyanto mengatakan, sampai 1 September 2008 telah disewa sebanyak 359 rumah dengan kapasitas 137.361 orang atau 69 persen dari kebutuhan perumahan untuk 200.460 orang jemaah haji. Pemondokan itu dibagi dua ring. Ring I 93 rumah dengan kapasitas 35.315 orang. Ring II 266 rumah dengan kapasitas 102.046 orang.
Menurut Slamet, ring I jaraknya kurang dari 1.400 meter dari Masjidil Haram dengan sewa 2.000 real Arab Saudi dan tidak disediakan transportasi. Letaknya di wilayah Jarwal, Ma’abdah, Misfalah, dan Jummezah. Ring II berada di wilayah Aziziah Janubiah, Syauqiah, dan Syissah yang berjarak lebih dari 1.400 meter dan disediakan transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram pergi-pulang dengan harga proporsional.
Pemberangkatan jemaah haji reguler, kata Slamet, berlangsung selama 28 hari, dimulai 5 November 2008. (mam)