
Sabtu, 6 September 2008 | 00:51 WIB
Paris, Kompas - Peluang tim Indonesia untuk mencapai target empat besar di kejuaraan Danone Nations Cup di Paris, Perancis, cukup berat. Indonesia bahkan terancam tersisih pada babak awal setelah menderita dua kekalahan pada laga awal di Stadion Parc Des Sport du Hameau, Paris, Jumat (6/9).
Bertanding dalam kondisi hujan dan udara dingin sekitar 10 derajat Celsius, tim Indonesia dikalahkan Brasil 0-2 pada laga awal. Tim Indonesia kembali harus menerima hasil buruk setelah menyerah dari Tunisia lewat adu penalti, 4-5.
Indonesia—yang kini berada di posisi keempat Grup B—masih akan menjalani dua pertandingan lagi melawan Irlandia dan Afrika Selatan. Jika ingin menjaga peluang lolos ke perdelapan final, Indonesia harus memenangi dua laga sisa.
Afrika Selatan berada di puncak klasemen Grup B setelah tiga kali menang, masing-masing atas Irlandia, Tunisia, dan Brasil. Posisi kedua dan ketiga diisi Brasil dan Tunisia, sementara Irlandia menempati posisi juru kunci.
Indonesia sebenarnya tampil tidak terlalu buruk. Tim Indonesia yang diwakili Sekolah Sepak Bola Tulungagung bisa mengimbangi dan memberikan perlawanan dengan menciptakan beberapa peluang. Sayangnya para pemain Indonesia bermain terlalu bersemangat sehingga membuat kelengahan yang bisa dimanfaatkan lawan.
Dua gol yang disarangkan pemain Brasil semuanya berawal dari kesalahan pemain belakang dalam mengantisipasi bola. Di lini depan striker Arsyad Yusgiatoro bermain cukup gemilang dengan membuat beberapa peluang. Tendangan melengkungnya dari luar kotak penalti nyaris masuk, tetapi menerpa tiang gawang Brasil.
Pada laga kedua pemain-pemain Indonesia sudah bisa menutup kelemahan yang mereka buat pada laga pertama. Pemain Indonesia juga bisa menguasai lapangan tengah dan menciptakan banyak peluang untuk membobol gawang Tunisia.
Indonesia kurang beruntung setelah Arsyad Yusgiantoro mengalami cedera akibat bertabrakan dengan pemain belakang lawan. Arsyad harus ditarik keluar yang berakibat berkurangnya daya gedor tim Merah Putih yang dikomandani Pelatih Hadian Anton dan Widodo C Putra.
Sampai pertandingan usai, kedudukan tetap imbang 0-0 sehingga harus diselesaikan dengan adu tendangan penalti. Indonesia harus menyerah setelah dua eksekutornya gagal mencetak gol.
”Secara keseluruhan permainan anak-anak tidak terlalu buruk. Mereka hanya kurang beruntung dan harus kecolongan gol. Kami masih akan berusaha membuka peluang dengan memenangi dua laga sisa,” kata Manajer Tim Indonesia Janta Wiwaha.
(Gatot Widakdo dari Paris, Perancis)