
![]() |
|
|
KOMPAS/BONI DWI PRAMUDYANTO / Kompas Images
Aktivitas penjualan baju muslim wanita di Pasar 16 Baru, Palembang, Jumat (5/9). Selama Ramadhan, baju muslim pria dan wanita serta perangkatnya merupakan komoditas dagang yang paling laris di Palembang, selain bisnis makanan-minuman. |
Palembang, Kompas - Peminat baju muslim di Kota Palembang jumlahnya meningkat tajam selama Ramadhan. Saat ini baju muslim tidak hanya sekadar berfungsi memenuhi kewajiban agama saja, tetapi sudah mulai mendapat sentuhan mode dan desain sehingga tetap terkesan religius, tetapi penuh gaya.
Pantauan Kompas di sejumlah pusat perbelanjaan Ramayana dan pasar pakaian tradisional 16 Baru di Kota Palembang, Jumat (5/9), transaksi penjualan pakaian muslim pria dan wanita meningkat cukup tajam. Konsumen baju muslim ini sangat beragam, mulai dari anak-anak, remaja, anak muda, pasangan suami istri, hingga orang tua. Jenis pakaian muslim yang laris dibeli meliputi mukena, sarung, peci, baju koko, dan baju batik muslim.
Di pasaran, harga pakaian muslim bervariasi, bergantung jenisnya. Mukena, misalnya, dijual seharga Rp 70.000-Rp 100.000 per setelan, baju koko muslim pria seharga Rp 50.000-Rp 100.000 per unit, peci seharga Rp 20.000-Rp 40.000 per buah, dan sarung seharga Rp 50.000-Rp 100.000 per buah.
Menurut Halimah (39), ibu rumah tangga asal Kelurahan Talang Semut, Palembang, pada sore hari kemarin dia mengajak suami beserta ketiga anaknya ke Pasar 16 Baru untuk berbelanja baju muslim.
”Selama Ramadhan hingga Lebaran nanti, kami ingin tampil sebagai keluarga Muslim. Momen suci ini harus disambut dengan baik karena hanya berlangsung setahun sekali,” katanya.
Untuk suaminya, Halimah memilihkan sebuah baju koko putih, sedangkan kedua anak perempuannya dibelikan setelan jilbab serta mukena putih, sedangkan anak lelakinya dibelikan sarung, peci, dan baju koko putih. Untuk dirinya sendiri, Halimah memilih membeli sebuah setelan baju muslim dan jilbab.
Sentuhan mode
Citra pakaian muslim ternyata tidak hanya terbatas pada pakaian yang sifat penggunaannya konvensional dan tradisional. Dewasa ini, di pasaran Kota Palembang sudah mulai banyak ditemukan pakaian muslim yang diberi sentuhan mode etnik-tradisional, seperti batik dan kain songket.
Menurut Mariani (47), pemilik toko songket dan busana muslim Kasih Murah di Pasar 16 Baru, dia punya lusinan stok pakaian muslim wanita yang dipadukan dengan sentuhan batik-songket. Jenis itu banyak digemari remaja putri.
Nora Maya (30), warga dan pembeli pakaian muslim, mengatakan, dia senang memakai pakaian muslim berpadu motif batik karena terkesan religius tapi tetap trendi. Pakaian tersebut enak dipakai sehari-hari, tetapi tetap sopan. (ONI)