
![]() |
Sebanyak 30 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Bandung Raya berunjuk rasa di depan Gedung Pertamina Unit Pemasaran III Bandung, Jumat (5/9). Mereka menuntut pemerintah dan Pertamina meninjau kembali kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji.
"Warga Bandung belum siap bila distribusi minyak tanah bersubsidi dicabut, sementara elpiji sukar diperoleh dan harganya membumbung tinggi. Warga benar-benar terjepit," kata M Dewangga, juru bicara pengunjuk rasa.
Setelah hampir setengah jam berorasi, mahasiswa ditemui Wira Penjualan BBM Ritel Pertamina Unit Pemasar-an III Bandung Zibali Hisbul Masih selaku perwakilan pimpinan Pertamina. Zibali mengatakan, kebijakan konversi merupakan kepentingan pusat. "Pertamina sebagai operator kebijakan tidak berwenang menghentikan program itu," katanya.
Karena tidak puas dengan jawaban itu, pengunjuk rasa meninggalkan gedung Pertamina dengan bertelanjang kaki dan berjanji akan kembali mendatangi Pertamina bila konversi tak juga dihentikan. Menurut catatan Pertamina, ada enam kecamatan di Kabupaten Bandung yang belum dikonversi, yakni Pasir Jambu, Cicalengka, Nagreg, Cikuncung, Ciwidey, dan Rancabali. (REK)