
![]() |
Christopher Gagal di Final
Langkah petenis muda Indonesia, Christopher Rungkat, terhenti di final ganda putra Amerika Serikat Terbuka yunior. Berpasangan dengan petenis Finlandia, Henri Kontinen, Christopher yang diunggulkan di urutan kedua menyerah dari pasangan Nikolaus Moser (Austria)/Cedrik-Marcel Stebe (Jerman), 6-7 (5-7), 6-3, 8-10, pada partai final yang berlangsung di lapangan tujuh Stadion Arthur Ashe, New York, AS, Jumat (5/9). Kontinen/Christopher ke final setelah pada semifinal menang atas Marcelo Arevalo (El Salvador)/Alex Llompart (Puerto Riko), 6-3, 6-1. Kekalahan juga diderita pasangan putri Beatrice Gumulya/Jessy Rompies di semifinal dari unggulan ketiga Noppawan Lertcheewakarn (Thailand)/Sandra Roma (Swedia), 3-6, 7-5, 8-10. Lertcheewakarn/Roma akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, Mallory Burdette/Sloane Stephens, dua set langsung, 6-0, 6-2. (was)
Masuk Hall of Fame
Figur mantan pebasket NBA kelahiran Nigeria, Hakeem Olajuwon, dan Patrick Ewing (kelahiran Jamaika), Jumat (5/9), diabadikan di Basketball Hall of Fame di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat, bersama dengan lima tokoh NBA lain. Olajuwon menjadi motor Houston Rockets saat meraih gelar NBA, mengalahkan Ewing dengan New York Knicks tahun 1994. Saat itu mereka adalah pemain top yang menggantikan sosok superstar basket Michael Jordan. Olajuwon dulu adalah pemain sepak bola saat masih di Afrika, sementara Ewing yang pindah ke Boston saat masih anak-anak kerap mengagumi tokoh NBA setiap kali berkunjung ke Hall of Fame ini. ”Tak pernah terpikir saya akan menjadi salah satunya,” kata Ewing. (AFP/fit)
Adrian Mutu Banding
Striker tim sepak bola Romania, Adrian Mutu, mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas keputusan Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang mengharuskannya membayar denda perusakan nama baik kepada mantan klubnya, Chelsea, setelah ia menggunakan kokain tahun 2004. FIFA bulan Mei menuding Mutu telah melanggar kontrak. Untuk itu, Mutu harus membayar 17,17 juta euro (Rp 228,5 miliar) sebagai kompensasinya. ”Mutu meminta CAS menganulir keputusan FIFA dan memastikan tak ada kompensasi,” demikian pernyataan CAS, seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/9). Keputusan CAS akan keluar sekitar empat bulan lagi. (Reuters/fit)