
![]() |
BRUSSELS, Sabtu - Sprinter Jamaika, Usain Bolt, memenangi duel melawan rekan senegaranya, Asafa Powell, pada nomor 100 meter Liga Emas atletik di Brussels, Belgia, Jumat (5/9). Bolt menjadi yang tercepat di Van Damme Memorial dengan 9,77 detik, sementara Powell di tempat kedua dengan catatan waktu 9,83 detik.
Waktu yang diukir Bolt tersebut lebih lambat 0,08 detik dari rekor dunia atas namanya sendiri yang dicatatkannya saat meraih emas di Olimpiade Beijing bulan lalu. Berlari dalam kondisi basah dan berangin, Bolt memang masih terlalu tangguh buat lawan-lawannya. Meski tertinggal di awal, Bolt melejit mendahului Powell di 10 meter terakhir.
Nesta Carter melengkapi sapu bersih sprinter Jamaika dengan menempati peringkat ketiga setelah mencatat waktu 10,07 detik.
”Asafa adalah orang yang baik dan kami melakukan pendinginan bersama seusai lomba. Kami memang bermusuhan di trek, tetapi kami juga bersahabat baik. Sungguh luar biasa bisa mengakhiri musim ini dengan kemenangan,” kata Bolt.
Bolt sebenarnya melakukan start yang buruk pada lomba ini dengan catatan waktu reaksi yang mencapai 0,223 detik, terburuk dari sembilan pelari yang melakukan start. ”Saya melakukan start yang buruk, jadi saya harus puas dengan catatan waktu 9,77 detik, apalagi dalam kondisi basah seperti ini,” ujarnya.
Jika kondisi lintasan lebih bagus, Bolt sangat yakin mencatat waktu lebih baik dari yang diukirnya saat ini. ”Tanpa ragu lagi, saya punya kaki untuk berlari lebih cepat jika kondisinya lebih baik,” ujarnya. ”Sekarang saya akan kembali ke Jamaika. Saya ingin istirahat dan berpikir mengenai musim depan. Saya harus berlatih lebih keras dan memperbaiki start. Itu adalah hal yang terpenting.”
Powell yang mengalahkan Bolt pada kejuaraan di Stockholm, Juli lalu, menambahkan, ia telah berusaha berlari secepat mungkin. ”Saya melakukan start yang luar biasa bagus, tetapi Usain tidak gampang menyerah,” katanya.
Mantan pemegang rekor dunia ini menyatakan telah memiliki rencana untuk menghadapi musim 2009. Ia bertekad menebus kekalahannya dengan merebut emas pada kejuaraan dunia atletik di Berlin, Jerman.
”Saya cukup dekat dengan Usain, tetapi ia yang menang. Saya tidak terlalu jauh dan sekarang harus berlatih lebih keras. Sangat penting untuk tidak mengalami cedera selama musim dingin agar bisa memulai tahun 2009 dengan kondisi terbaik. Tahun depan, prioritas utama adalah merebut emas di Berlin,” ujar Powell.
Bolt sendiri punya ambisi yang sama musim depan. ”Mengukir kembali rekor dunia memang luar biasa, tetapi sekali merebut emas, ia akan terus bertahan,” kata Bolt yang merebut emas 100 meter, 200 meter, dan 4 x 100 meter di Beijing dengan rekor dunia.
Sementara itu, pelari putri Kenya, Pamela Jelimo, meraih hadiah satu juta dollar AS (Rp 9,3 miliar) setelah menjuarai nomor 800 meter. Uang itu didapatnya karena ia memenangi enam event 800 meter pada musim ini. (ap/afp/ray)