Sabtu, 22 November 2008
Tantangan Pertama di Pegunungan Pyrenee
Minggu, 7 September 2008 | 00:56 WIB

 

 

 

Barbastro, Jumat - Setelah satu pekan, lomba balap sepeda Vuelta a Espana menghadapi tantangan sesungguhnya pada etape ketujuh, Sabtu (6/9). Empat tanjakan di Pegunungan Pyrenee mewarnai tahapan ini, dengan finis di puncak La Rabassa, Andorra, di ketinggian 2.050 meter.

Lintasan pegunungan ini membuka kesempatan bagi tiga pembalap unggulan asal Spanyol, Alejandro Valverde (Caisse d’Epargne), Alberto Contador (Astana), dan Carlos Sastre (CSC), untuk memimpin klasemen. Setelah menjalani etape keenam dan mendapat istirahat satu hari di Toledo, Jumat (5/9), Valverde, Contador, dan Sastre berturut-turut menempati peringkat ketiga, keempat, dan kelima di klasemen umum.

Sebelum menghadapi jalur pendakian, tantangan pertama bagi ketiganya justru datang dari pembalap Perancis, Sylvain Chavanel (Cofidis). Chavanel, yang memimpin klasemen usai etape keenam, bertekad mempertahankan kaus emas selama mungkin.

”Saya akan berusaha sekuatnya mempertahankan keunggulan di etape pegunungan. Ini kaus lambang pembalap terbaik di grand tour, dan Anda harus menghormatinya,” ujarnya.

Tekad Chavanel tak mudah diwujudkan karena selain empat jalur pendakian, tahapan ketujuh dari Barbastro menuju La Rabassa berjarak 223,2 kilometer, yang merupakan tahapan terpanjang pada Vuelta tahun ini. Dia juga harus menghadapi tiga pembalap tuan rumah yang tak sabar untuk unjuk gigi.

Dari ketiganya, Valverde—yang memenangi etape kedua dan finis di kelompok terdepan di setiap etape—terlihat paling berambisi. Namun, hal itu dinilai membuatnya akan kehabisan tenaga.

”Valverde melakukan yang seharusnya tidak dilakukan, yaitu mencoba memenangi semua etape. Untuk menjuarai Vuelta, Anda tak boleh menghabiskan tenaga pada pekan pertama,” komentar juara Tour de France 1959, Federico Bahamontes.

Mantan pembalap top Spanyol itu menganggap Sastre, juara Tour de France 2008, jauh lebih taktis. ”Seperti di Tour, dia menghemat tenaga dan menunggu kesempatan terbaik,” ujarnya.

Namun, posisi Sastre yang lebih buruk membuat Bahamontes menunjuk Contador, juara Tour de France 2007, sebagai pembalap terbaik di pegunungan. ”Contador jago tanjakan yang hebat. Dia juga didukung tim yang kuat,” ujarnya. (reuters/was)

BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort