Sabtu, 22 November 2008
Asri Bermain dengan Opium Babe
KOMPAS/LUSIANA INDRIASARI / Kompas Images
Arsi Mersia dan Opium Babe ciptaannya.
Minggu, 7 September 2008 | 03:00 WIB

Lusiana Indriasari

Menciptakan karakter lalu memainkannya. Cara itu dilakukan Arsi Mersia (35) untuk membuat produk pakaian rancangannya terlihat berbeda dari produk lain yang menjamur di pasaran. Dengan karakter ciptaannya, usaha rumahan Arsi tetap bisa bertahan meski tempat usahanya berpindah-pindah.

Opium Babe. Begitulah Arsi menyebut karakter yang dia ciptakan tahun 2003. Opium Babe adalah gadis remaja yang energik, dinamis, sekaligus eksentrik dan centil. Karakter Opium Babe ini lalu dipakai Arsi pada berbagai produk ikutan karyanya, seperti kaus, rok, tas, jaket, sepatu, dan topi.

Biasanya distribution outlet (distro, toko independen yang menjual produk independen) lebih banyak menggarap pasar laki-laki, tetapi Opium Babe lebih menyasar remaja perempuan.

”Biasanya produk untuk remaja perempuan hanya sebagai pelengkap dari pakaian laki-laki,” kata Arsi yang kini melanjutkan usahanya di Jalan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan.

Karena sasarannya remaja, Arsi menggunakan warna cerah yang dia anggap mewakili semangat muda. Arsi juga tidak segan-segan menabrakkan warna dan pola pada satu desain.

Ciri khas produk buatan Arsi adalah karakter Opium Babe yang menempel di mana-mana. Karakter ini diaplikasikan pada produk setelah sebelumnya dibuat dari kain yang disablon gambar Opium Babe, lalu digunting sesuai bentuk karakter. Terkadang karakter itu langsung disablon pada produk.

Arsi bukan sekadar main warna, tetapi juga senang bermain potongan. Jadi pada satu kaus dia bisa menambahkan berbagai bentuk potongan sekaligus sehingga kaus tersebut menjadi lebih ”ramai”. Sekilas produk Opium Babe kelihatan seperti model pakaian gaya Harajuku.

”Ini memang terinspirasi dari gaya Harajuku,” kata Arsi. Ia menambahkan, karakter Opium Babe terinspirasi dari karya-karya desainer Jepang Tsumori Chisato dan Mercibocoup.

Opium Babe pernah memenangi lomba desain Harajuku yang diadakan Japan Foundation. Selain itu, juga masuk dalam 1001 desain yang inspiratif versi majalah Grafis.

Membuat tema

Agar tidak membosankan, Arsi lalu bermain-main dengan karakter ciptaannya. Opium Babe dimainkan secara tematik untuk membangun ikatan dengan pelanggannya.

Dalam satu tahun, Arsi membuat enam tema. Tema-tema itu diberi nama Celebrate untuk tahun baru, c-Couple (Hari Valentine), Girl Power (perayaan Hari Kartini), Holiday (musim liburan), Back to School (kembali ke sekolah), dan Lebaran. Pada tema Holiday, misalnya, karakter Opium Babe digambarkan sedang berlibur ke Inggris.

Selain tematik, Arsi juga mengembangkan Opium Babe menjadi produk yang bisa dikoleksi. Produk terbaru yang baru selesai ia rancang adalah Opium Zodia, yaitu karakter Opium Babe mewakili lambang zodiak.

Persaingan ketat membuat ekspresi personal merupakan hal penting untuk merebut pasar. Oleh karena itu, Arsi bercita-cita membuat desain yang bisa melibatkan pembeli.

”Pembeli bisa membeli produk berikon Opium Babe, tetapi disediakan aplikasi untuk ekspresi personal,” tutur Arsi.

Opium Babe didirikan Arsi di Bandung, daerah tempat tinggalnya. Dengan karakter yang diciptakan, ia berani membuat usaha pakaian meski pada tahun 2003 usaha distro dan pakaian di Bandung sangat banyak.

Menurut Arsi, semula ia hanya coba-coba membuat desain kaus bersama teman-temannya. Desain buatan Arsi itu lalu dititipkan ke distro-distro di Bandung. ”Dari situ hasilnya bagus. Setelah hampir satu tahun titip ke orang, saya akhirnya punya distro sendiri,” kata Arsi.

Di distro itu ia mengembangkan karyanya, dari kaus menjadi tas, sandal, sepatu, bantal hias, jaket, hingga karpet yang semuanya ada gambar Opium Babe. Namun, sejak tahun 2007 distro Opium Babe di Bandung dia tutup karena setelah menikah harus pindah ke Jakarta.

”Padahal ketika itu distro saya lagi ramai,” tutur Arsi, yang mengaku belum bisa memercayakan pengelolaan distronya kepada orang lain.

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort