Sabtu, 22 November 2008
Gaya Hidup 6 Juta Sehari
Minggu, 7 September 2008 | 12:46 WIB

JAKARTA, MINGGU - Hotel Berjalan Bertarif Rp 6 juta Jadi Rebutan Pemudik Meski Idul Fitri masih tiga pekan lagi, bus wisata Omahkumlaku sudah menjadi rebutan pemudik. Bahkan, jauh hari sebelum memasuki bulan Ramadan, bus yang dilengkapi fasilitas mewah ini sudah di-booking warga.

"Selama bulan puasa, Lebaran, dan usai Lebaran, bus ini sudah habis di-booking," kata Manager Informasi dan Teknologi PO Nusantara, Andi Darmawan, kepada Warta Kota, Kamis (4/9) siang.

PO Nusantara merupakan operator bus Omahkumlaku ini. Bus mewah itu menjadi favorit karena fasilitas yang disediakan sungguh luar biasa. Ruangan bus itu mirip kamar hotel berbintang dengan interior luks, bersih, dan sangat dingin. Bus ini sengaja dibuat senyaman mungkin untuk para penggunanya. Bagian tengah bus diset sedemikian rupa, sehingga menyerupai ruang tamu istimewa.

Tempat duduk yang disediakan merupakan seperangkat sofa yang sangat nyaman. Kebanyakan orang akan kelelahan dan pegal-pegal setelah berkendara cukup lama. Tapi menaiki bus ini kelelahan bisa ditekan. Apalagi di dalam bus ini juga disediakan sebuah bangku pijat. Ada juga tiga pesawat televisi lengkap dengan pemutar cakram DVD dan VCD. Kehadiran alat ini mampu membunuh rasa bosan penumpang dengan mudah. Jika dirasa tak cukup, masih disediakan sebuah hot spot internet.

Soal makanan, tak perlu khawatir. Para penumpang tak perlu repot menunggu sampai bus berhenti di restoran atau rumah makan. Mereka tinggal membawa bahan makanan favorit dan bisa menaruhnya di kulkas. Untuk menghangatkannya, masukkan saja ke oven microwave di sebelahnya. Jika malam tiba dan mata terasa mengantuk, pergilah ke belakang bus. Sebuah kamar dengan dua tempat tidur, telah menunggu di sana.

Urusan ke kamar mandi juga tidak perlu pusing. Di sebelah kamar tidur tersedia kamar mandi dengan shower dan kloset duduk. Andi Darmawan mengatakan siapa pun boleh menyewa mobil ini. "Dulu tarifnya Rp 5 juta per hari. Sekarang karena ada kenaikan bahan bakar minyak (BBM), tarifnya jadi Rp 6 juta per hari. Ini sudah termasuk biaya BBM dan sopir," katanya.

Biaya sebesar ini tentu sangat bersaing dengan sarana transportasi lain. Jika dibandingkan dengan sarana transportasi lainnya, lanjut Andi, beda tarifnya tidak terlalu jauh. Bus ini bisa mengangkut penumpang sampai 10 orang. Menurut Andi, bus ini baru bisa melayani rute di Pulau Jawa. "Ini karena body bus yang rendah. Kalau dibawa ke jalan-jalan di luar Pulau Jawa, bisa terpentok," ujarnya.

Biaya yang diperlukan untuk membuat bus ini mencapai Rp 4 miliar per unit. Rinciannya, Rp 2,5 miliar untuk bus dan Rp 1,5 miliar untuk interior. PO Nusantara baru mengoperasikan satu bus. Saat ini, PO Nusantara sedang menunggu kedatangan bus bermerek Volvo lainnya yang dikhususkan untuk bulan madu pengantin. Bus bulan madu ini dirancang dengan nuansa pink. "Tapi kami masih terganjal soal perizinan," kata Andi. (tos/Warta Kota)

BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort