
Selasa, 16 September 2008 | 00:26 WIB
Surat untuk Redaksi YTH hendaknya dilengkapi fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Kompas tidak mengembalikan surat-surat yang diterima.
Rakyat Menjerit, Siapa Peduli?
Berbagai kebijakan pemerintah belakangan ini (minus upaya pemberantasan korupsi) bagai fatamorgana bagi rakyat kecil. Berbagai kebijakan yang awalnya amat diharapkan mampu memperbaiki serta meningkatkan kesejahteraan rakyat akhirnya menjadi menu makanan yang tak layak disantap ”wong cilik”. Harga-harga kebutuhan pokok semakin liar tak terkendali. Berbagai masalah sosial- ekonomi lainnya membuat rakyat semakin pasrah dan tak tahu lagi harus berbuat apa ke depan.
Harga minyak tanah kian tak terjangkau. Gas sering menghilang dari pasaran. Harga-harga kebutuhan pokok lain main mahal. Makin lengkaplah derita hidup rakyat kecil. Rakyat tak tahu lagi harus mengadu ke mana karena semua orang masing-masing ingin aman dan nyaman untuk diri dan kelompoknya sendiri. Tak ada lagi yang peduli dan menyadari bahwa nyawa rakyat kecil sudah di ujung tanduk.
Kini, kepekaan para pemimpin sedang diuji. Perlu dipertanyakan, masih adakah rasa iba dan ketulusan sosial di hati para pemimpin? Jika mau jujur, tidak sulit bagi siapa pun, terutama pemimpin, mendeteksi keadaan ini sebab rakyat yang melarat dan miskin kian merata di negeri ini. Jangan hanya melihat gemerlap kehidupan kota besar yang notabene sarat dengan segala kemudahan dan fasilitas. Tengoklah kehidupan rakyat yang tinggal di pinggiran, di kota-kota terpencil. Budi Sartono Jalan BBK Cilandak Nomor 258 A, Sukarasa, Bandung
Padi Super Toy dan Mentan
Setelah memerhatikan kasus padi Super Toy dan menyaksikan tayangannya di berbagai televisi, saya menyimpulkan, menteri pertanian adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Seharusnya ia menyarankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak memanen padi itu sebab belum terdaftar di Departemen Pertanian.
Masyarakat akan berkesimpulan presiden dan menteri pertanian ikut memberi restu atas jenis padi itu Padahal, baik metode maupun hasil jenis padi dimaksud belum diverifikasi. Balai Benih Nasional tidak dilibatkan, padahal dari rekomendasi mereka, baru menteri pertanian menerbitkan SK yang menetapkan pendaftaran suatu benih baru. Karena itu, menteri pertanian harus meminta maaf kepada masyarakat dan presiden. Jangan hanya menyalahkan pihak swasta. Rafael Tockary Kompleks IPB Sindang Barang 2 Blok S, Darmaga, Bogor
Cuci Pakaian di Martinizing
Secara berkala saya mencuci pakaian di Martinizing Dry- cleaning Plaza BII, Jakarta, dan menjadi pelanggan sekitar dua tahun terakhir. Akhir Agustus 2008 T-shirt dengan sablon besar di bagian depan dan belakang karena ada noda bedak yang harus dihilangkan terpaksa ke dry cleaning. Setelah proses itu, ada kerusakan di bagian sablon karena disetrika.
Ketika dipersoalkan kepada pihak Martinizing, ia tidak mau bertanggung jawab. Alasannya, kondisi semua seperti itu. Padahal, T-shirt dimaksud baru dan pertama kali dicuci. Saya meminta nomor telepon kantor pusat untuk membuat pengaduan. Ternyata nomor yang diberikan tidak dapat dihubungi. Kejadian yang saya alami amat merugikan saya sebagai pelanggan Martinizing Dry-cleaning. Jessica Indah Jalan Buncit Raya Nomor 2, Cengkareng, Jakarta
Janji Kuis ”Joged Asik” TPI
Pada Sabtu dini hari, 9 Agustus 2008, saya mengikuti acara kuis Joged Asik secara on air di TPI. Setelah melalui proses pengundian, nomor ponsel saya muncul dan saat itu saya dihubungi. Lalu, saya menjawab pertanyaan yang diajukan dengan benar dan dinyatakan dapat hadiah uang Rp 10 juta.
Setelah sekian lama menunggu, saya dihubungi kembali lewat telepon (021 5290295) pada 21 Agustus 2008 supaya saya memberikan alamat lengkap. Namun, setelah itu, belum ada tanggapan apa pun dari TPI. Hadiah yang dijanjikan belum saya terima. Sebagai stasiun pendidikan, jika tidak bisa menepati janji, TPI sebaiknya jangan menampilkan program dengan iming- iming kuis berhadiah. Arip Hidayat Jalan Leces Sonosari RT 38 RW 07, Kebonagung, Pakisan, Malang
Siswa Sekolah Menyeberang Sungai
Madrasah Tsanawiyah Darul Muhajirin terletak di Kampung Naggerang, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Madrasah ini didirikan tahun 2002 di bawah Yayasan Darul Muhajirin. Kini, jumlah siswa madrasah sekitar 100 orang diasuh 22 guru dan karyawan. Kegiatan belajar- mengajar sehari-hari sementara ini menumpang di Gedung SDN 03 Pabuaran milik pemerintah.
Meski milik pemerintah, gedung yang dipakai oleh kedua sekolah tersebut kondisi memprihatinkan. Selain temboknya retak dan bolong-bolong, atap sebagian besar sudah ambrol. Setiap musim hujan tiba, proses belajar-mengajar di sekolah dan madrasah ini terganggu. Keprihatinan para siswa, termasuk warga Pabuaran, sebetulnya tak hanya sampai di situ.
Keprihatinan menyangkut pula kondisi jalan desa yang menghubungkan Kampung Naggerang dengan Kampung Babakan Waru. Jalan yang dibelah oleh Sungai Ciganggel itu selain belum tersentuh oleh pembangunan, juga tidak ada jembatan yang menghubungkan kedua kampung tersebut. Padahal, para siswa kerap menggunakan akses jalan satu- satunya ini dengan cara menyeberangi sungai. Karena tak ada jalan alternatif, mereka terpaksa melepas alas kaki saban hendak pergi dan pulang ke sekolah/madrasah. Saat banjir, praktis sebagian siswa tak dapat bersekolah. Siti Zulfah Kp Babakan Aru RT 02 RW 03 Desa Pabuaran, Sukamakmur, Bogor
TMD Lippo Karawaci Tak Berdaya
Saya dan keluarga tertarik membeli rumah di Lippo Karawaci, Tangerang, karena model kluster di Lippo Karawaci menjanjikan lingkungan keamanan yang memadai serta pemeliharaan lingkungan yang terjaga dengan baik. Semuanya diatur oleh Town Management Development Lippo Karawaci. Namun, kenyamanan hilang seketika ketika tetangga rumah membangun kandang anjing permanen yang diisi dengan beberapa ekor. Pernah sampai empat anjing besar untuk menjaga rumah. Bisa dibayangkan betapa berisik dan bau!
Saya menyampaikan keluhan sejak Agustus 2007, tetapi tak ada perkembangan berarti. Baru pada 21 Mei 2008 ada pertemuan dengan tetangga serta TMD (diwakili oleh Ibu Endang dan Ibu Nunun). Hasil pertemuan itu: diperbolehkan mendirikan kandang anjing di depan rumah di kawasan Lippo Karawaci. Karena peraturan TMD tentang ini hanya sebatas ”boleh memelihara binatang asal tidak menggangu kenyamanan warga/tetangga”.
Tidak ada peraturan tambahan tentang jumlah maksimal hewan peliharaan dan boleh- tidaknya ada kandang. Peraturan tentang kenyamanan (suara berisik dan bau anjing) adalah sesuatu yang relatif. Bau anjing dan kotoran anjing bagi pemilik mungkin sudah biasa, tetapi tidak dengan yang tidak terbiasa dengan anjing. Udara pagi hari yang mestinya segar justru yang tercium bau kotoran anjing. Ini bisa ditanyakan kepada petugas keamanan setempat. Jendela kamar saya hampir enam bulan tidak saya buka. Abas Setiawan Taman Ubud Loka X/79, Lippo Karawaci, Tangerang
Rute di Kaca Tidak Jelas
Berkaitan dengan surat di Kompas (10/8), ”Transjakarta Tidak Sesuai Trayek” oleh Saudari Seftiyani, kami mohon maaf apabila pelayanan armada transjakarta (JMT 042) di Koridor 5 pada 28 Juli 2008 tak melayani penumpang sampai Halte Ancol serta sikap pramudi yang kurang sopan. Kami telah melakukan pemanggilan terhadap pramudi yang bersangkutan (Jospen Lumbanbatu).
Pada saat itu armada (JMT 042) beroperasi dengan rute PGC-Senen. Bus berhenti terakhir di Halte Senen, tidak sampai Halte Ancol. Namun, papan rute PGC-Senen yang dipasang di kaca busway tidak jelas sehingga penumpang tak mendapatkan informasi rute yang jelas dan benar. Pramudi tidak semestinya berkata kurang sopan dan PT Jakarta Mega Trans selaku operator di koridor tersebut telah memberikan peringatan kepada pramudi tersebut. DRADJAD ADHYAKSHA Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta Busway
Penghapusan dari SID BI
Sehubungan dengan surat Bapak Agus Muchlis di Kompas (31/7), ”Kredibilitas Dirusak ABN AMRO”, dengan ini disampaikan bahwa kami telah melakukan verifikasi internal dan koreksi. Customer Care Officer kami telah menghubungi Bapak Agus Muchlis pada 1 Agustus 2008 untuk menginformasikan bahwa pada 12 Agustus 2008 pihak Bank ABN AMRO melaporkan kepada Bank Indonesia untuk penghapusan nama yang bersangkutan dari data Sistem Informasi Debitor. Kami mengimbau kepada nasabah Bank ABN AMRO agar selalu memanfaatkan layanan phone banking secara maksimal karena itu lebih efektif. Daisy Kusniah Country Head of Corporate Communication and PR ABN AMRO Indonesia
Selesai Diperbaiki dan Sudah Diambil
Sehubungan dengan surat di Kompas (23/8), ”Kualitas HP Nokia Mengecewakan” yang disampaikan Bapak Ananto Nugroho, dengan ini diinformasikan bahwa telepon seluler Nokia (5310) milik Bapak Ananto Nugroho telah selesai diperbaiki dan diambil kembali oleh yang bersangkutan pada 11 Agustus 2008. Dengan demikian, permasalahan telah dipecahkan. Eko Zatniko Manager Operasional PT Cipta Multi Usaha Perkasa Nokia Care Bimasakti
Penjelasan Ikatan Sekretaris Indonesia
Menanggapi surat di Kompas (4/8), ”Seminar Ikatan Sekretaris Indonesia” yang disampaikan Ibu Novrianti, dengan ini disampaikan bahwa permasalahan muncul karena kesalahpahaman antara anggota panitia yang bertugas dan Saudari Novrianti. Permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan pada 7 Agustus 2008. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Jean Sinai Sekretaris Jenderal Ikatan Sekretaris Indonesia-Badan Pengurus Pusat, Jakarta