Rabu, 10 Februari 2010
PENDIDIKAN
Tunjangan Kesra Guru Dirapel Pasca-Lebaran

Selasa, 30 September 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas -  Sebanyak 6.882 guru bantu bisa bernapas lega karena Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta memastikan segera mencairkan tunjangan kesejahteraan pada pasca-Lebaran. Tunjangan senilai Rp 500.000 per bulan yang belum dibayarkan oleh Pemprov DKI Jakarta sejak Januari itu akan dibayarkan secara rapel.

Dengan demikian, para guru bantu tersebut akan menerima tunjangan selama delapan bulan yang totalnya mencapai Rp 4 juta per orang. Kepastian pencairan uang tunjangan kesejahteraan para guru tersebut ditegaskan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta Saefullah, Senin (29/9).

”Tunjangan kesejahteraan yang sudah sekitar delapan bulan belum diberikan itu dijadwalkan akan dibayarkan pasca-Lebaran. Uang itu akan dirapel dan mungkin untuk delapan bulan,” kata Saefullah.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 6.882 guru bantu di DKI Jakarta mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI untuk mendapatkan hak mereka memperoleh tunjangan kesejahteraan yang belum dibayarkan hingga bulan Agustus. Mereka juga berjuang mendapatkan kesempatan menjadi calon pegawai negeri sipil (PNS) (Kompas, 21/8).

Sebelumnya, para guru ini juga mengajukan tuntutan serupa pada akhir Mei lalu karena belum menerima hak mereka.

Saefullah mengatakan, sebenarnya pihaknya ingin membayar tunjangan kesejahteraan guru bantu itu sebelum Lebaran. Akan tetapi, rencana itu tidak terealisasi karena hingga kini masih dilakukan verifikasi data.

Sering tertunda

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia DKI Jakarta Syarifah Affiana mengatakan, pembayaran tunjangan kesejahteraan untuk para guru bantu sering macet hampir setiap tahun.

”Tahun lalu juga pembayaran uang kesejahteraan macet selama hampir setahun. Waktu itu, uang tunjangan kesejahteraan baru kami terima pada bulan Desember,” kata Syarifah.

Macetnya pembayaran tunjangan kesejahteraan juga diakui Ny Ida, guru swasta di Duren Sawit, Jakarta Timur.

”Yang saya ingat, dua tahun terakhir ini pencairan tunjangan kesejahteraan selalu tertunda. Syukur kalau tunjangan itu mau dibayarkan pasca-Lebaran. Tadinya, saya juga berpikir baru mau terima bulan Desember lagi, seperti tahun lalu” ujar Ny Ida.

Para guru bantu sebenarnya berharap tunjangan itu dapat dibayarkan sebelumnya agar uang itu bisa dipakai Lebaran. (pin)

 

 

Share on Facebook
Nilai 6.33 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: