Sabtu, 22 November 2008
Obama Makin Tinggalkan McCain
AP photo/Carlos Delgado / Kompas Images
Para wanita memprotes cawapres Republik Sarah Palin dan capres Republik John McCain di luar Home Depot Center, lokasi Sarah Palin berpidato, Carson, California, AS, Sabtu (4/10).
Rabu, 8 Oktober 2008 | 03:00 WIB

Nashville, Senin - Perolehan kandidat presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, dalam berbagai jajak pendapat terkini semakin jauh meninggalkan rivalnya, kandidat dari Partai Republik, John McCain.

Berdasarkan jajak pendapat oleh CNN/Opinion Research Corporation, Selasa (7/10), Obama memperlebar selisih perolehan dengan McCain menjadi lima poin dari semula tiga poin di Wisconsin dan menjadi delapan poin dari sebelumnya enam poin di New Hampshire. Keduanya berbagi angka 49 persen di North Carolina.

Di Ohio, negara bagian kunci di mana pemilih memilih pemenang dalam 11 pemilu terakhir, Obama unggul 3 persen atas McCain. Jajak pendapat oleh Washington Post/ABC News di Ohio juga memberi keunggulan enam poin bagi Obama.

Menjelang debat kandidat presiden yang digelar hari Rabu pagi WIB ini di Belmont University di Nashville, Tennessee, McCain berupaya mendongkrak perolehannya. Berulang kali, McCain mempertanyakan riwayat dan kemampuan Obama.

”Apa yang sebenarnya telah dicapai orang ini di pemerintahan? Apa yang direncanakannya bagi Amerika? Singkatnya, siapa sejatinya Barack Obama? Akan tetapi, rekan-rekan, kalian terlalu banyak bertanya dan yang kalian dapat hanya penghinaan dan kemarahan,” kata McCain kepada pendukungnya.

Kubu kampanye Obama membalas dengan mengatakan bahwa McCain mengabaikan krisis finansial dunia dan mengalihkan perhatian dari persoalan ekonomi dengan mengungkit masa lalu.

”Jika John McCain menghendaki debat karakter, saya akan senang berdebat karena riwayat McCain, meski dia menyebut dirinya tidak berpihak, sebenarnya menunjukkan dia terus menjadi seorang yang menyandarkan diri pada para pelobi perusahaan besar,” kata Obama.

Kandidat wapres dari Republik, Sarah Palin, juga menuding Obama berteman dengan teroris. Tudingan itu merujuk pada William Ayers, pendiri kelompok militan Weather Underground semasa tahun 1960-an yang pernah berada dalam satu dewan amal dengan Obama dan tinggal tidak jauh dari Obama di Chicago.

Obama balik menuding McCain yang pernah terlibat dalam kasus Charles Keating, terdakwa kasus penipuan sekuritas tahun 1980-an. McCain termasuk dalam salah satu ”Keating Five” yang menerima pemberian dari Keating.

Peter Brown, asisten direktur lembaga jajak pendapat di Quinnipiac University, mengatakan, McCain memiliki peluang untuk memenangi debat kedua ini. ”Dia harus mengubah dinamika dan membuat publik mengevaluasi kembali Obama,” katanya.

Format debat di dalam balai kota adalah gaya kampanye favorit McCain.(ap/afp/reuters/fro)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort