
![]() |
|
|
KOMPAS/ALIF ICHWAN / Kompas Images
Ketua Umum Partai Buruh Muchtar Pakpahan (kanan) menyambut kedatangan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin di Asrama PHI, Jakarta, Jumat (10/10). Din diundang sebagai pembicara dalam rapat pimpinan nasional pembekalan calon anggota legislatif Partai Buruh. |
Jakarta, Kompas - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi incaran Partai Buruh sebagai calon presiden pada Pemilu 2009. Kedatangan Din pada pembekalan calon anggota legislatif DPR dan kaderisasi tingkat nasional dari Partai Buruh dinilai sebagai tanda keseriusannya menyanggupi tawaran itu.
”Ini bisa diartikan sebagai sinyal serius kesanggupan Pak Din menanggapi tawaran kami menjadi calon presiden. Kami menyambut baik hal itu. Siapa yang tidak berharap mendapat dukungan suara dari kelompok besar seperti Muhammadiyah,” kata Ketua Umum Partai Buruh Muchtar Pakpahan seusai pembekalan dan kaderisasi di Jakarta, Jumat (10/10).
Menurut Muchtar, nama Din diusulkan anggotanya di berbagai daerah. Selain Din, kader Partai Buruh juga menjagokan tokoh Nahdlatul Ulama, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, sebagai calon presiden/wakil presiden.
”Kami tak menutup kemungkinan menduetkan mereka berdua (Din dan Gus Solah),” ujar Muchtar lagi.
Selain Din dan Gus Solah, Partai Buruh juga mengakui adanya penjajakan dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). ”Ya, mari kita menunggu hasil keputusan Rapat Kerja Nasional Partai Buruh, awal Desember 2008. Nanti diputuskan siapa yang akan kami pinang,” kata Muchtar.
Din mengakui senang jika benar-benar Partai Buruh memercayakan dirinya sebagai calon presiden pada 2009. ”Sepertinya, hawa dukung-mendukung semakin terasa dan kuat setelah memasuki ruangan ini,” katanya di depan kader Partai Buruh.
Meski siap menerima tawaran sebagai calon presiden dari partai mana pun, Din mengatakan masih akan membicarakan kembali dengan pengurus dan kader Muhammadiyah. Alasannya, dia masih harus menjalankan amanat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga tahun 2010.
Pencalonan Sultan HB X
Di Padang, Sumatera Barat, Jumat, Ketua Umum Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla menyatakan tidak terlalu mempersoalkan pencalonan Sultan Hamengku Buwono (HB) X sebagai presiden oleh Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI). SOKSI adalah salah satu organisasi pendiri Partai Golkar.
”Silakan saja. Yang mengajukan calon presiden itu, kan, partai. Semua orang boleh saja mencalonkan. Tetapi, Partai Golkar baru akan mencalonkan setelah pemilu dan melalui rapat pimpinan nasional,” kata Kalla seusai bertemu kader Partai Golkar.
Kalla juga belum mengetahui apakah pencalonan Sultan HB X oleh SOKSI itu akan disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang digelar Oktober ini. (ays/har)