
Jumat, 24 Oktober 2008 | 00:47 WIB
Seminar dan Pelatihan Opera Batak
Berbagai upaya untuk menghadirkan kembali keberadaan dan kejayaan Opera Batak terus dilakukan oleh Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) yang bermarkas di Pematang Siantar. Setelah melakukan semacam revitalisasi sejak 2002, melibatkan para pemain senior Opera Batak di era kejayaannya pada 1960-1970-an, sejumlah pertunjukan Opera Batak berhasil digelar kembali oleh PLOt di berbagai kota. Pelatihan-pelatihan pun terus digalakkan. ”Selain sebagai bagian dari upaya regenerasi pemain, kegiatan semacam ini juga untuk membuka citra positif terhadap Opera Batak,” kata Thompson HS, Ketua Badan Pekerja Harian PLOt, terkait seminar dan pelatihan Opera Batak di Pematang Siantar, 24-31 Oktober 2008. Pada forum seminar akan tampil, di antaranya, Robert Sibarani dan Ben M Pasaribu (Universitas Sumatera Utara), Dolorosa Sinaga (Institut Kesenian Jakarta), Pudentia MPSS (Asosiasi Tradisi Lisan), dan Mukhlis PaEni (Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata). Adapun pelatihan Opera Batak akan dibimbing langsung oleh para pemain senior masa lalu, seperti Alister Nainggolan, Zulkaidah Harahap, dan Boru Silaban. (ken)
Kesehatan Gigi dan Mulut Masih Diabaikan
><Kesehatan gigi dan mulut masih sering diabaikan. Padahal, kesehatan gigi dan mulut juga menentukan kualitas hidup seseorang. Persoalan ini mengemuka dalam pidato pengukuhan dua guru besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti di Jakarta, Rabu (22/10). Anton Margo, guru besar tetap dalam Ilmu Prostodonti, menyoroti minimnya orang Indonesia yang memakai gigi tiruan. Padahal, kehilangan gigi berpengaruh pada kualitas hidup. Sementara itu, Janti Sudiono, guru besar tetap dalam Ilmu Patologi Oral, menjelaskan, peran pemeriksaan patalogi untuk mendiagnosa, khususnya penyakit rongga mulut, kepala, dan leher. (ELN)