
Senin, 10 November 2008 | 03:00 WIB
Semarang, kompas - Terkait pembangunan pabrik PT Semen Gresik di Pati, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam pertemuannya dengan warga Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati, di Kota Semarang, Minggu (9/11), menyatakan berpegang pada hasil analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal.
”Saya ingin masyarakat Jateng lebih sejahtera. Jika hasil amdal ternyata negatif, saya tentu menolak. Namun kalau hasilnya positif, patut didukung,” ujarnya.
Menurut Bibit, pendirian pabrik semen akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi warga setempat. Namun, itu akan terasa jika langkah yang dilakukan benar, termasuk tak merusak tata lingkungan, seperti air dan hutan.
Kepala Desa Baturejo Nur Subiyakto mengungkapkan, warga cuma ingin pendirian pabrik semen tak memperburuk kehidupan mereka.
Secara terpisah, Kepala Divisi Komunikasi PT Semen Gresik Saifuddin Zuhri mengatakan, saat ini pihaknya menunggu hasil amdal dari Universitas Diponegoro, Semarang, serta Pusat Lingkungan dan Geologi Bandung. ”Sejak awal, kami sudah berkomitmen untuk tak mengganggu tanah milik warga dan juga melindungi sumber mata air di area itu,” ujarnya.
Koordinator I Komunitas Pasang Surut Blora, Eko Arifianto, mengatakan, perwakilan berbagai komunitas dari Blora, Kudus, Pati, Rembang, dan Grobogan telah berkomitmen menyelamatkan Pegunungan Kendeng. Pegunungan ini tak dibatasi administrasi daerah. Yang lebih penting dari itu adalah kehidupan warga yang bergantung pada lingkungan dan keunikan lingkungan Kendeng itu sendiri. (HEN/UTI)