Rabu, 10 Februari 2010
Twentieth Century Fox
Lady Sarah Ashley (Nicole Kidman) berkenalan dan akhirnya menyayangi Nullah (Brandon Walters), seorang anak berdarah campuran Aborigin dan kulit putih.
FILM
Ada Apa dengan Australia?

Minggu, 28 Desember 2008 | 01:45 WIB

DAHONO FITRIANTO

Apa yang terlintas di pikiran saat mendengar nama Australia? Kanguru, Aborigin, Gedung Opera Sydney, Ayers Rock, bumerang, dan gurun tandus tak berpenghuni di sebagian besar wilayah benua terkecil ini. Paling tidak, bagi orang awam, tak ada pesona atau dongeng menarik lain dari Australia kecuali itu.

Maka, saat sutradara Baz Luhrmann (sutradara film musikal Moulin Rouge!, 2001, dan William Shakespeare’s Romeo + Juliet, 1996) merilis film terbarunya yang mengusung judul Australia, muncul harapan akan cerita baru tentang negeri Down Under itu. Apalagi saat melihat skala pembuatan dan daftar kru yang menyiratkan sebuah idealisme tentang Australia.

Hampir seluruh kru dan aktor yang terlibat dalam film ini adalah orang-orang Australia yang telah sukses di Hollywood. Selain Luhrmann yang kelahiran New South Wales, tampil aktris Nicole Kidman (The Invasion, The Golden Compass), Hugh Jackman (Van Helsing, X-Men), Bryan Brown (Along Came Polly), dan David Wenham (300, The Children of Huang Shi), yang semuanya berasal dari Australia.

Sinematografi digarap Mandy Walker (Shattered Glass), perempuan kelahiran Bundoora, Victoria. Desain produksi dan kostum dikerjakan Christine Martin (Moulin Rouge!), yang berasal dari Sydney. Dan masih banyak lagi insan film asal Australia dilibatkan dalam pembuatan film, yang menurut imdb.com menelan biaya lebih dari 150 juta dollar Australia (sekitar Rp 1,1 triliun) ini.

Perubahan

Cerita film ini berpusat pada tokoh Lady Sarah Ashley (Nicole Kidman), bangsawan asal Inggris. Suaminya, Lord Maitland Ashley, memiliki dan mengurus sendiri sebuah peternakan yang sangat luas di kawasan Northern Territory, Australia.

Pada akhir 1930-an, peternakan bernama Faraway Downs itu menjadi satu-satunya kawasan peternakan yang belum dimiliki oleh King Carney (Bryan Brown), raja ternak Australia yang menguasai sebagian besar wilayah Northern Territory. Carney berambisi membeli Faraway Downs dan menjadi satu-satunya pemasok sapi untuk ransum pasukan Sekutu di Australia, yang sedang bersiap menghadapi Perang Dunia II.

Namun, Lord Ashley menolak menyerahkan peternakannya. Dari Inggris, Lady Ashley bertolak ke Australia untuk mencari suaminya dan mengajaknya pulang ke Inggris.

Sesampai di Australia, Lady Ashley mendapati suaminya tewas terbunuh. Ia pun harus mengurusi Faraway Downs dan bersaing dengan Carney untuk memenangi kontrak pengadaan daging buat tentara. Caranya, ia harus menggiring 1.500 ekor sapi dari peternakannya ke Pelabuhan Darwin, tempat kapal-kapal Sekutu berada.

Dalam perjalanan melintasi kawasan gurun tandus yang penuh rintangan itu, Lady Ashley menjalani petualangan dan berbagai peristiwa yang mengubah hidupnya. Perkenalannya dengan Sang Penggembala alias The Drover (Hugh Jackman), dan Nullah (Brandon Walters), seorang anak berdarah campuran Aborigin dan kulit putih; mengubahnya dari seorang bangsawan angkuh dan dingin menjadi perempuan penuh semangat dan ibu penuh kasih.

Ia juga berkenalan dengan keajaiban mistik King George (David Gulpilil), seorang tetua suku Aborigin yang juga kakek Nullah. King George beberapa kali menyelamatkan rombongan itu dari niat jahat Neil Fletcher (David Wenham), bekas anak buah Lord Ashley yang dipecat dan bergabung dengan Carney.

Panjang

Namun, kisah perjalanan yang heroik dan penuh gambar indah (asli maupun animasi komputer) itu ternyata hanyalah separuh dari film berdurasi 2 jam 45 menit ini. Luhrmann masih merasa belum cukup menyampaikan pesan tentang perubahan kehidupan seseorang dan kearifan lokal suku Aborigin dalam kerangka perjalanan itu.

Babak kedua film ini diisi dengan Lady Ashley dan The Drover yang saling jatuh cinta, kemudian kembali ke Faraway Downs dan menikmati kehidupan ”berkeluarga” bersama Nullah. Di saat bersamaan, Fletcher menjadi pemilik peternakan Carney setelah ia membunuh King Carney dan menikahi anak perempuannya.

Fletcher pun meneruskan ambisi lama Carney untuk menguasai Faraway Downs. Film pun menuju klimaks saat Drover memutuskan pergi dari sisi Ashley, Nullah ditangkap polisi dan diasingkan ke sebuah pulau di utara Darwin, serta Ashley pindah ke Darwin dan masuk dinas militer. Saat itu Perang Pasifik sudah pecah dan Jepang pun datang membombardir Darwin.

Terlalu berat

Luhrmann memang berhasil menampilkan gambar-gambar dramatis, yang sebagian mendekati kesan surealis seperti gambar-gambar dalam Moulin Rouge!. Namun, jalinan cerita Australia terasa berpanjang-panjang dan melelahkan.

Dan sekali lagi, Australia pun kembali (hanya) ditampilkan dalam adegan kanguru yang berlari-larian di gurun, suku Aborigin yang unik seperti suku Indian di Amerika, dan padang gurun tandus yang beken dengan sebutan outback-nya itu.

Jika Luhrmann berniat menekankan penindasan ras kulit putih terhadap Aborigin, bagian cerita yang berbicara tentang hal itu tidak tampil cukup kuat. Paling-paling hanya dihadirkan pada adegan orang Aborigin dilarang masuk ke bar atau difitnahnya King George sebagai pelaku pembunuhan Lord Ashley.

Jika film ini berniat menceritakan efek negeri bernama Australia terhadap para pendatang, seperti Drover dan Lady Ashley, prosesnya tak tampil cukup lengkap. Latar belakang bagaimana Drover, yang mantan prajurit Inggris itu, bisa menjadi penggembala sapi andal ala koboi di Australia tak terjelaskan. Sementara perubahan psikologi dan cara pandang Lady Ashley terhadap kehidupan di Australia pun terkesan terjadi serba instan dan tidak meyakinkan.

Dari sudut pandang tersebut, film ini menyandang judul yang terlalu berat. Pada akhirnya, Australia terkesan hanya menjadi ajang pembuktian eksistensi industri perfilman negeri kanguru itu. Mungkin akan lebih pas jika film ini diberi judul Faraway Downs saja.

Share on Facebook
Nilai 2.5 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: