
Sabtu, 3 Januari 2009 | 02:19 WIB
Jakarta, Kompas - Serangan Angkatan Udara Israel ke sasaran-sasaran strategis Palestina di Jalur Gaza yang memasuki hari ketujuh, Jumat (2/1), mendapat kecaman dunia internasional. Ribuan warga Palestina di Tepi Barat turun ke jalan guna memenuhi seruan Hamas bagi ”satu hari kemarahan” terhadap serangan Israel ke Gaza.
Protes terhadap serangan Angkatan Udara Israel ke Gaza yang mengakibatkan lebih dari 400 orang tewas dalam serangan yang telah berlangsung seminggu itu berlangsung di mana-mana, termasuk di Indonesia.
Aksi turun ke jalan mengecam serangan Israel itu berlangsung di Jakarta, Serang, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Kudus, Jombang, Palembang, dan Pontianak. Dalam aksi turun ke jalan itu juga dibarengi dengan penggalangan dana, dan seruan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk berperan lebih aktif dalam menghentikan serangan Israel ke Gaza.
Di Jakarta, massa Partai Keadilan dipimpin langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring, Jumat, melancarkan demonstrasi dengan berjalan kaki dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan. Dalam perjalanan yang ditempuh sekitar satu setengah jam itu, massa PKS meneriakkan kecaman terhadap aksi Israel.
”Aksi yang bertema bersatu melawan Israel ini digelar PKS karena Israel merupakan teroris yang sesungguhnya. Israel yang frustrasi menghadapi pejuang Palestina yang tidak mau menyerah, kemudian menjatuhkan bom lebih dari 300 ke permukiman penduduk di Gaza dan mengakibatkan 390 orang tewas. Selain itu, lebih dari 1.400 orang luka-luka," ujar Tifatul ketika berorasi di depan massa PKS yang memadati jalan di depan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta.
Sebelumnya, di antara massa PKS yang mulai berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia, seusai shalat Jumat itu, juga tampak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. Ia sempat memimpin doa sebelum massa PKS membubarkan diri.
Di Serang, sejumlah elemen masyarakat di Propinsi Banten beramai-ramai menggalang dana bantuan menyusul serangan Israel ke Palestina. Puluhan pemuda juga bersiap-siap untuk diberangkatkan ke Palestina.
Penggalangan dana salah satunya dilakukan oleh Pemuda Persis (Persatuan Islam) Serang. Sudah empat hari organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam itu mendirikan Posko Peduli Muslim Palestina di halaman Masjid Al Manar, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten.
Menurut Ketua Pemuda Persis Lulu Jamaludin, penggalangan dana bantuan dilakukan sebagai wujud kepedulian mereka kepada umat Muslim Palestina yang menjadi korban serangan Israel. Hingga kemarin, Pemuda Persis sudah berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 7 juta yang diperoleh dari warga yang melintas di Jalan Raya Serang-Banten Lama.
Dana tersebut akan diserahkan kepada warga Palestina melalui organisasi kemanusiaan Mer-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia. Rencananya, posko akan dibuka hingga tanggal 4 Januari besok.
Penggalangan dana juga dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang. Menurut Ketua MUI Serang Syafei AN, pihaknya baru berhasil menggalang dana sebesar Rp 3 juta. Dana itu juga akan dititipkan kepada Mer-C Indonesia untuk membantu warga Palestina.
Di Yogyakarta, ratusan umat Islam dan mahasiswa berunjuk rasa di tiga lokasi yang berbeda. Mereka meminta dunia bersatu melawan Israel yang telah bertindak brutal terhadap bangsa Palestina.
Di Palembang, ratusan ulama dan massa berbagai elemen Kota Palembang dan Prabumulih, Sumatera Selatan, turun ke jalan menyuarakan kecaman terhadap Israel yang terus menyerang penduduk sipil di Gaza. Mereka meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mau memfasilitasi pelatihan relawan sosial, medis, dan pejuang untuk membantu korban perang di Palestina.
Di Tegal, unjuk rasa juga diikuti oleh ibu-ibu bersama dengan anak-anak mereka. Meskipun terik matahari menyengat kepala mereka terus berteriak menyuarakan dukungan kepada Palestina.
Dalam unjuk rasa tersebut, mereka menyampaikan tujuh pernyataan sikap. Pertama, para peserta mendukung Pemerintah RI yang telah memberikan bantuan kemanusiaan dan meminta Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi tentang penghentian agresi Israel ke Jalur Gaza.
Mereka juga meminta DPR mengawasi distribusi bantuan ke Palestina, menuntut Pemerintah RI dan negara-negara merdeka lainnya untuk menggalang kekuatan regional dan internasional untuk menekan Israel, menunutut PBB sebagai perwakilan bangsa dunia bersikap adil, menuntut Mahkamah Internasional menyeret dan mengadili pihak yang bertanggung jawab terhadap serangan, mengimbau masyarakat RI untuk mengupayakan bantuan maksimal kepada rakyat Palestina, serta mengimbau seluruh ulama untuk menyosialisasikan wajib bersolidaritas terhadap Palestina.
Usai berorasi, para pengunjuk rasa berjalan 2 kilometer hingga gedung DPRD Kota Tegal.(MAM/NTA/ENG/WER/ONI/ ILO/INK/WIE/SUP/WHY)