Rabu, 10 Februari 2010
2 Kandidat Jadi Biang
Ditemukan dari Penelitian

Senin, 12 Januari 2009 | 00:47 WIB

Jakarta, Kompas - Indonesia bekerja sama dengan OIE dan FAO melalui OFFLU Project menemukan dua kelompok virus yang menjadi kandidat kuat untuk dijadikan biang vaksin.

Kelompok virus itu juga menjadi calon uji tantang guna mengetahui tingkat proteksi vaksin.

Direktur kesehatan hewan ad interim—yang juga Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Direktorat Jenderal Peternakan Deptan, Turni Rusli, Jumat (9/1) di Jakarta, mengungkapkan, dua kelompok virus kandidat kuat biang vaksin diperoleh setelah pemerintah bersama Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melakukan pemetaan jenis vaksin yang ada sejak April 2008.

”Dalam pemetaan dicari isolat-isolat yang lalu dicocokkan dalam laboratorium. Proses pencocokan ini memakan waktu lama karena laboratoriumnya terbatas,” katanya.

Sebelumnya desakan agar pemerintah menuntaskan pemetaan jenis virus flu burung yang tersebar di Indonesia dilontarkan berbagai pihak. Salah satunya praktisi Indonesian Veterinary Watch, yang juga mantan Dirjen Peternakan Deptan Soedjadi.

Menurut dia, penanganan flu burung di Indonesia seharusnya tak perlu seheboh saat ini. Yang penting ada kemampuan mengidentifikasi virus, lalu mencari vaksin yang sesuai untuk mencegah penyebaran. ”Yang terpenting dari penanganan penyakit itu adalah bagaimana mencegah penularan virus antarhewan dan ke manusia,” ujarnya.

Turni mengatakan, selain mencari vaksin-vaksin untuk dijadikan biang di Indonesia, OIE dan FAO juga mengumpulkan vaksin-vaksin dari negara lain.

Setelah calon vaksin ditetapkan sebagai vaksin, langkah berikutnya memproduksi vaksinvaksin itu, selanjutnya mengganti vaksin yang ada dengan vaksin yang lebih protektif terhadap virus flu burung di Indonesia itu. Mengingat mutasi virus, belum tentu masa pakai vaksin akan lama. Sebagai gambaran, WHO menetapkan vaksin influensa setiap enam bulan sekali. ”OFFLU Project (kerja sama OIE dan FAO di bidang influensa) ini menjadi pangkal tolak transfer teknologi,” katanya. OFFLU Project berakhir Oktober 2009.

Pelaksana Harian Direktur Kesehatan Hewan Deptan Agus Wiyono meluruskan pernyataan dia sebelumnya, vaksinasi flu burung yang dilakukan sekarang masih efektif. Menurut Agus, saat ini vaksinasi belum efektif. Karena itu, Indonesia terus menjalin kerja sama dengan OIE dan FAO guna menemukan biang vaksin.

Sementara itu, warga Desa Kalipang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jateng, khawatir flu burung menyerang unggas peliharaan mereka. Dalam seminggu, sebanyak 41 ayam mati dalam tempo sehari semalam.

Ayam itu milik warga RT 03 RW 04. Ayam mati milik Jaelani ada 28 ekor, Rumiah 10 ekor, dan Sodiq tiga ekor. Pada medio Desember 2008, sebanyak 15 ayam milik Sabari, Ketua RT 01 RW 04, juga mati mendadak. Bangkai ayam mereka buang ke laut.

Sodiq mengatakan, mata ayam membengkak dan merah, hidung mengeluarkan lendir, dan jengger berwarna biru lebam. (MAS/HEN)

 

 

Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: