Rabu, 10 Februari 2010
Kiat
Naluri Perempuan

Minggu, 8 Februari 2009 | 01:20 WIB

Saat ditemui, Karen mengenakan blus merah dan celana hitam, bukan blazer dan celana hitam seperti dugaan semula. Di setiap acara Pertamina, ibu tiga anak ini memang terlihat menonjol dalam berbusana. Padu padannya pas dan asyik. Di antara kerumunan orang, pasti akan langsung terlihat Karen ada di mana.

Penampilan penting, namun lebih penting lagi karakter, begitu kata Karen. Maka, ia pun tak risi jika harus memakai busana produk pasar grosir Mangga Dua, misalnya, karena karakter diri tidak akan membohongi. Aura seseorang akan tetap muncul, apa pun baju yang dikenakan. ”Sebenarnya ada yang lebih penting, clean heart,” ujarnya.

Menjadi dirut, harus ngurus rumah, waktu 24 jam sehari semalam cukupkah? ”Cukup. Saya usahakan masih mengantar anak saya yang kecil ke sekolah, selama tidak ke luar kota. Saya biasanya pulang pukul 10 malam, tetapi saya usahakan pukul 8 atau 9 malam supaya bisa ngelonin si bungsu,” sahutnya.

Karen berusaha efektif dan tidak terlalu capai saat sampai di rumah. ”Kalau lihat di mobil saya, ada boneka, selimut, dan bantal. Jadi, begitu masuk mobil, tidur, sampai di rumah (Bintaro) sudah seger lagi. Jadi, anak-anak tidak akan melihat a tired mommy coming from work yang bete ngadepin keluarga, he-he-he,” tuturnya.

Ia beruntung memiliki keluarga yang anggotanya saling mendukung. Ia beruntung membesarkan tiga putra dengan mudah. ”Masa puber mereka juga aman, gak macam-macam. Saya bersyukur gerbong di belakang saya ini solid.”

Oya, tentang nada bicaranya yang begitu cepat, Karen menukas, ”Itu karena perempuan dilahirkan multitasking, mengerjakan banyak hal, jadi sudah naluri.” (IVV/DOT)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: