Rabu, 10 Februari 2010
Triwulan I-2009 Menentukan
Perekonomian Tahun 2008 Masih Tumbuh 6,1 Persen

Selasa, 17 Februari 2009 | 00:51 WIB

Jakarta, Kompas - Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2009 akan sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan berikutnya. Untuk itu, paket stimulus ekonomi dari pemerintah diharapkan segera terealisasi.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, saat menyampaikan Statistik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2008, Senin (16/2), mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun tertentu lebih tinggi dibanding triwulan pertama tahun sebelumnya, maka besar harapan pertumbuhan ekonomi selama satu tahun tertentu itu akan positif.

”Kalau triwulan I bagus, efek psikologisnya untuk pertumbuhan ekonomi triwulan II, III, dan IV akan positif. Setidaknya ada upaya agar triwulan berikutnya tidak lebih buruk dari triwulan I,” katanya.

Menurut Rusman, ekonomi Indonesia pada triwulan pertama ini memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi dari triwulan pertama tahun 2008. Faktor pendorongnya, antara lain, panen raya beberapa produk pertanian, kondisi sektor transportasi dan telekomunikasi yang masih cukup baik, serta kebutuhan akan listrik, air, dan gas yang tetap tumbuh.

Selain itu, dan merupakan faktor yang cukup menentukan, adalah kecepatan dan efektivitas realisasi paket stimulus ekonomi sebesar Rp 71 triliun.

Menurut pengamat ekonomi, Chatib Basri, ekonomi triwulan pertama ini memiliki peluang untuk tumbuh pada level moderat jika tingkat konsumsi rumah tangga tetap terjaga. Ini merupakan pilihan paling strategis karena komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi lainnya, seperti ekspor dan investasi, menurun tajam menyusul pelambatan ekonomi global.

Segera direalisasikan

Untuk menjaga tingkat konsumsi tetap tinggi, Chatib Basri sepakat jika paket stimulus ekonomi yang dicanangkan pemerintah segera direalisasikan. ”Kita berharap agar anggarannya segera disetujui DPR sehingga stimulus untuk pembangunan infrastruktur dan insentif kepada industri bisa segera berjalan. Kalau insentif berupa pemotongan pajak, kan sudah mulai sejak Januari lalu,” katanya.

Sementara itu, BPS mengumumkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 tercatat sebesar 6,1 persen. Pertumbuhan ekonomi itu terjadi pada semua sektor ekonomi dan didukung oleh semua komponen produk domestik bruto (PDB), mulai dari konsumsi rumah tangga dan pemerintah sampai kepada ekspor dan investasi. Sektor pengangkutan dan telekomunikasi tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 16,7 persen, sedangkan sektor pertambangan dan penggalian tercatat mengalami pertumbuhan paling rendah, yaitu hanya 0,5 persen.

Adapun ekonomi triwulan IV tahun 2008 mengalami per tumbuhan 5,2 persen apabila dibandingkan dengan triwulan IV tahun sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2008, pertumbuh- an ekonomi triwulan IV tahun 2008 tercatat minus 3,6 persen. (REI) 

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: