Rabu, 10 Februari 2010
Caleg Perlu Forum Pemaparan Visi-Misi
Peran Aktif Pendidikan Politik

Selasa, 10 Maret 2009 | 13:11 WIB

Semarang, Kompas - Masyarakat menghadapi banyak pilihan calon anggota legislatif dalam pemilu tahun ini. Caleg tidak cukup mengatasi persoalan tidak dikenal masyarakat hanya dengan memasang spanduk dan baliho di jalan. Mereka sangat memerlukan forum sebagai wadah untuk memaparkan visi dan misinya

"Dalam kondisi seperti ini, masyarakat cenderung memilih caleg yang sudah mereka kenal sebelumnya," kata R Sugihartanto Pr, Ketua Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang (PK4AS), Minggu (8/3), di Wisma Driyarkara Semarang. Alasannya, masyarakat buta terhadap visi dan misi para caleg.

Di Wisma Driyarkara Semarang, Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Semarang mengadakan Wawanhati Caleg DPR RI dan DPRD Provinsi Jateng untuk Daerah Pemilihan Jateng I. Ada enam caleg dari tiga partai yang hadir memaparkan visi dan misi di hadapan tiga panelis. Mereka adalah Ratna Ariani (Partai Hanura), Yosef Ari Wibowo, Supriyanto, dan Chriswinoto (Partai Damai Sejahtera), Yoris Sindhu Sunarjan dan Katarina Surahmi Pujiastuti (Partai Bintang Reformasi).

Keenam caleg berkesempatan menjelaskan inti kampanye mereka. Publik yang hadir dalam acara itu juga terlibat aktif dengan memberikan suara kepada caleg yang mereka nilai punya visi dan misi yang bagus.

"Acara ini tidak mewakili semua masyarakat karena hanya dihadiri umat Katolik dan caleg yang beragama Katolik," kata Sugihartanto. Namun, melalui acara itu, para pemimpin kelompok agama Katolik yang hadir dapat mengenalkan sosok keenam caleg tersebut dalam forum lain.

Bahkan, Sugihartanto berencana membawa hasil acara ini dalam pertemuan rutin bersama para pastur di Keuskupan Agung Semarang pekan ini. Jadi, umat Katolik lebih memahami kebijakan-kebijakan sosial yang sedang diperjuangkan para caleg.

Peran aktif

Dalam pidatonya, Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Semarang Yohanes Kuswarih Samudro mengatakan, keterlibatan sebagian besar umat Katolik dalam ranah politik masih lemah. Oleh karena itu, forum interaksi antara caleg dan umat menjadi sangat penting.

"Setiap pemilu, umat bergantung kepada pastur dalam menentukan pilihannya," kata Samudro.

Menurut Samudro, mereka akan mengembangkan forum yang melibatkan caleg non-Katolik. "Forum itu peluang emas bagi para caleg untuk mengenalkan visi dan misi serta terlibat dalam pendidikan politik," kata Sugihartanto. (DEN)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: