
Senin, 16 Maret 2009 | 03:16 WIB
”Isunya jadi ke sana kemari dan banyak yang tidak benar. Kalau isu yang tidak benar itu dipercayai publik, kita semua bersalah, apalagi yang menyebarkan isu yang tidak benar itu,” ujarnya.
Presiden menyebutkan bahwa ia mendengar dirinya antara lain diisukan mengalami serangan jantung. Ada pula isu yang mengatakan kondisinya sedemikian buruk sehingga harus ia menggunakan kursi roda setibanya dari Makassar di Bandar Udara Halim Perdanakusuma atau dipapah ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jumat lalu.
Presiden menjelaskan, rasa sakit di perut sudah ia rasakan sejak penerbangan dari Jakarta. ”Waktu muda, sekali dua kali saya merasa sakit mag. Di pesawat, dalam penerbangan mendekati Makassar, dokter sudah memberikan obat mag kepada saya,” ujarnya.
Akan tetapi, Presiden justru merasakan nyeri lambungnya semakin parah dalam perjalanan darat menuju Pangkep, Sulawesi Selatan. Setibanya di Pangkep, Presiden beristirahat di Wisma Tamu PT Semen Tonasa dan mendapat penanganan medis yang lebih intensif.
”Saat itu saya belum sempat makan siang, tetapi dikabarkan seolah-olah saya sakit perut setelah dijamu makan siang oleh pimpinan PT Semen Tonasa,” ujar Presiden.
Menurut Presiden, nyeri lambung yang amat sangat dialaminya selama tiga jam. Jarak dari Wisma Tamu PT Semen Tonasa ke lokasi penyelenggaraan acara yang sedianya akan dihadiri Presiden hanya sekitar 1 kilometer. Namun, Presiden tidak dapat memaksakan diri menghadiri acara tersebut karena rasa nyeri yang ia alami.
”Tiga jam itu rasa sakitnya luar biasa, tetapi sore harinya saya merasa sudah pulih. Aneh sekali,” ujarnya.
Setelah rasa nyeri reda, Presiden berkendara melalui jalan darat ke Makassar, Kamis malam, dan menjalani pemeriksaan kesehatan lebih intensif di sana. Presiden kembali diperiksa lebih teliti di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta, Jumat.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh fungsi organ dalam kondisi baik dan tidak ada gangguan yang berarti.
”Ada media yang mengatakan saya dipapah pada saat pemeriksaan, padahal saya jalan biasa saja. Sekarang ini saya sudah pulih kembali dan siap menjalankan tugas,” ujarnya.
Akibat sakit lambung ini, Presiden terpaksa membatalkan berbagai acara yang telah dijadwalkan di berbagai tempat di Sulawesi Selatan dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelumnya Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng telah membantah berbagai isu tidak benar terkait dengan sakitnya Yudhoyono tersebut.
Klarifikasi tentang sakit itu merupakan bagian dari berbagai hal yang disampaikan Presiden Yudhoyono dalam jumpa pers di tempat kediaman pribadinya. Hal lain yang disampaikan Presiden Yudhoyono, antara lain, adalah soal hubungannya dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, tentang buku yang ditulis Letjen (Purn) Sintong Panjaitan, tentang Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, serta tentang Prabowo Subianto dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).