
Senin, 16 Maret 2009 | 04:12 WIB
Jakarta, Kompas
Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, Minggu (15/3), mengatakan, dana itu untuk membayar kompensasi karyawan yang mengambil program pensiun dini. Program tersebut
ditawarkan secara sukarela kepada karyawan.
Dijelaskan, program pensiun dini itu untuk merampingkan jumlah karyawan agar perusahaan lebih lincah bergerak menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Selain itu, memberi kesempatan karyawan mengembangkan potensi dirinya di luar perusahaan. ”Untuk memenangi persaingan, Telkom harus melakukan efisiensi dan efektivitas operasionalnya agar mampu bersaing,” ujar Eddy.
Jumlah karyawan Telkom saat ini 25.000 orang, tersebar di seluruh Indonesia. Dibandingkan dengan perusahaan telekomunikasi lainnya, jumlah karyawan Telkom relatif besar. PT Excelcomindo Pratama Tbk, pesaing utama Telkom, hanya memiliki sekitar 2.500 karyawan. PT Indosat Tbk sekitar 6.000 karyawan.
Program pensiun dini dijadwalkan berlanjut hingga tahun 2011, dan saat itu diperkirakan jumlah karyawan telah mencapai jumlah ideal.
Telkom pertama kali menawarkan program pensiun dini tahun 1995. Saat itu, 5.188 karyawan mengikuti program tersebut. Jika dihitung sejak 2002 hingga 2009, sudah 11.281 karyawan yang mengambil program pensiun dini. Sebagian besar berusia di atas 48 tahun.
”Tidak sedikit di antara mereka umurnya sudah mendekati masa pensiun, ikut mengambil pensiun dini, karena mungkin memilih berkiprah di bidang lain,” kata Eddy.
Di samping pensiun dini, pengurangan karyawan Telkom juga didukung pensiun reguler. Pada tahun 2009, karyawan Telkom yang memasuki masa pensiun secara alamiah sekitar 700 orang. Rata-rata pensiun reguler dari tahun 2005 hingga 2009 sekitar 500 orang.