Rabu, 10 Februari 2010
AP PHOTO/MARK LENNIHAN
Sebuah kantor dari perusahaan asuransi American International Group (AIG) di New York. AIG yang mendapat dana talangan 170 miliar dollar AS menjadi sorotan pemerintah dan Kongres AS karena masih tetap membagi-bagi bonus hingga mencapai 165 juta dollar AS kepada para pemimpinnya. Meski demikian, Pemerintah AS dilaporkan tidak berwenang menghentikan pembagian bonus menggunakan dana talangan tadi karena AIG terus merugi sejak tahun lalu.
Bonus AIG Fantastis
Terbentur Kontrak Sebelum Krisis

Senin, 16 Maret 2009 | 05:41 WIB

NEW YORK, SABTU — Perusahaan asuransi American International Group memberikan bonus fantastis bernilai jutaan dollar AS kepada para eksekutifnya walaupun perusahaan sudah menerima dana talangan yang berasal dari uang para pembayar pajak sebesar 170 miliar dollar AS.

(AIG) sebelumnya telah berjanji kepada Pemerintah AS untuk membatasi bonus. Namun, Departemen Keuangan menyatakan pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melarang pembayaran bonus itu.

Pada awal bulan ini, AIG menyatakan merugi 61,7 miliar dollar AS untuk periode kuartal keempat tahun lalu. Nilai kerugian itu merupakan yang terbesar dalam sejarah korporasi di seluruh dunia.

Menteri Keuangan Timothy Geithner dilaporkan telah meminta manajemen AIG untuk menghitung kembali bonus dimasa yang akan datang. Geithner juga telah memanggil Chairman AIG Edward Liddy dan meminta
Liddy mengkaji lagi struktur bonus mereka.

”Struktur bonus seperti ini tidak dapat dilakukan mengingat miliran dollar AS uang milik para pembayar pajak telah dikucurkan untuk AIG,” ujar Geithner seperti dikutip sejumlah sumber.

Dalam suratnya kepada Geithner, Sabtu lalu, Liddy menginformasikan bahwa pengacara di luar AIG memberi tahu bahwa AIG memiliki kewajiban dalam kontrak untuk membayar bonus. AIG dapat dituntut jika tidak
melakukan hal sesuai dengan kontrak.

Liddy mengatakan, kesepakatan tersebut dibuat awal tahun 2008 sebelum AIG memburuk dan harus menerima talangan pemerintah. Dalam dokumen AIG disebutkan, ada kewajiban membayar bonus sekitar 165 juta dollar AS yang dibagi pada 15 Maret. Bonus lain sejumlah 55 juta dollar AS telah dibagikan kepada 400 pegawai bagian produk keuangan.

Dalam perjanjian berikutnya, diperkirakan jumlah bonus akan berkurang hingga 30 persen. Liddy harus menghadap ke DPR hari Rabu nanti untuk menjelaskan masalah bonus ini.

Digugat

Sementara itu, Ketua Komisi Jasa Keuangan DPR AS Barney Frank juga menggugat pemberian bonus kepada para eksekutif Bank of America dan Merrill Lynch. Frank menginginkan BoA memberikan rincian soal pemberian bonus tahun 2008 sebesar 6,9 miliar dollar AS, termasuk bonus 3,6 miliar dollar AS yang diberikan kepada mantan petinggi Merrill Lynch.

Isu tentang bonus miliran dollar AS yang diberikan kepada para eksekutif pada masa resesi juga memicu Jaksa New York Andrew Cuomo membawa masalah itu ke pengadilan.

Cuomo sedang membuktikan apakah BoA melanggar UU keterbukaan perusahaan sekuritas dalam hal mengungkapkan penerimaan bonus para eksekutifnya. BoA menerima 45 miliar dollar AS dari Program Pembersihan Aset Bermasalah.

Merrill memberikan bonus hanya beberapa hari sebelum BoA menyelesaikan transaksi akuisisi Merrill pada 1 Januari 2009. Kerugian bersih Merrill sebesar 27,6 miliar dollar AS tahun lalu. ( AP/ REUTERS/A FP/JOE)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: