
Sabtu, 21 Maret 2009 | 03:17 WIB
Sekitar 328 suara DPR setuju dan 93 suara lainnya menolak. Rancangan undang-undang serupa juga telah diajukan Senat dan Presiden Barack Obama memberikan sinyal cepat untuk mendukung konsep tersebut.
Dalam rancangan tadi disebutkan, bonus yang diterima keluarga dengan pendapatan lebih dari 250.000 dollar AS dari perusahaan yang mendapatkan dana talangan lebih dari 5 miliar dollar AS dikenai pajak 90 persen. Ketentuan ini berlaku untuk bonus setelah 31 Desember.
”Saya berharap segera menerima hasil akhirnya. Hal itu mengindikasikan sinyal kuat bagi para eksekutif yang mengelola perusahaan-perusahaan bahwa kompensasi seperti itu tidak dapat ditoleransi,” ujar Obama.
”Kami ingin uang kembali kepada pembayar pajak, itu bukan hal yang sulit,” ujar Ketua DPR Nancy Pelosi.
Obama tidak secara eksplisit mendukung rancangan DPR itu. Obama berhati-hati dan bersikap diam dan menunggu hasil final RUU tersebut sekaligus menyatakan mendukung upaya menyelamatkan uang rakyat.
Senat juga mengajukan RUU serupa dengan mengenakan pajak 35 persen bagi perusahaan dan 35 persen bagi pegawai yang menerimanya.
Kubu Partai Republik mempertanyakan mengapa Demokrat begitu terburu-buru bereaksi atas pembayaran bonus AIG yang mencapai 165 juta dollar AS. Padahal, bulan lalu, Demokrat menolak usulan untuk membuat klausul yang dapat melarang pemberian bonus seperti itu.
”Yang terjadi belakangan ini hanyalah sirkus politik. RUU ini tidak akan memberikan penyelesaian mendasar mengenai pertanyaan siapa mengerti apa dan kapan mereka mengetahuinya,” ujar John Boehner. Dia memilih ”tidak”, tetapi 85 anggota Republik lainnya menyetujui RUU tersebut. Adapun enam Demokrat dan 87 Republik lainnya menolak RUU.
Mantan CEO AIG Hank Greenberg menyatakan, di bawah kepemimpinannya tahun 1962-2005, tidak ada bonus retensi yang dimaksudkan untuk menahan seseorang agar tetap bekerja pada perusahaan itu. ”Bonus berdasarkan kinerja,” ujarnya. Greenberg digantikan Martin J Sullivan tahun 2005 hingga 15 Juni 2008. Sullivan diganti oleh Rober Willumstad. September 2008, Willumstad diganti oleh Edward Liddy
Sementara itu, Jaksa Agung New York Andrew Cuomo menyatakan, AIG memberikannya daftar pegawai dan eksekutif yang mendapatkan bonus retensi. Cuomo mengatakan, dia tidak akan mengumumkan nama lengkap pegawai tersebut hingga kejaksaan menjawab segala keberatan mengenai keamanan para pegawai tersebut.
Liddy sebelumnya tak mengungkapkan nama penerima bonus karena khawatir akan keselamatan para pegawai dan keluarganya yang menerima bonus.
(AP/AFP/Reuters/joe)