Rabu, 10 Februari 2010
Prabowo Coba Dekati NU
Golput Bisa Mencapai 40 Persen

Rabu, 8 April 2009 | 15:56 WIB

 

Oleh Dahlia Irawati

Malang, Kompas - Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto mencoba merapat ke Nahdlatul Ulama. Pada Selasa (7/4) ia sowan ke kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi di Malang.

Ia datang ke rumah Hasyim Muzadi bersama Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia. "Hari ini sowan biasa. Saya kenal baik beliau sebagai orang yang bijak dan arif. Saya kira wajar saya selalu ingin silaturahim ke beliau," tutur Prabowo.

Prabowo mengaku kedatangannya tidak membicarakan pemilu. Kedatangannya hari itu pun sebagai rangkaian silaturahim ke Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia di Batu.

"Kami tidak membicarakan soal pemilu karena tinggal beberapa hari lagi. Nanti pemilu presiden pada Juli pun tinggal menunggu keputusan 9 April," ujarnya.

Namun dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan bahwa ia selama ini dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU). "Ini karena NU adalah organisasi yang cukup besar. Di Gerindra juga banyak caleg (calon anggota legislatif) dari NU. Kami mempunyai visi dan misi yang sama. NU adalah organisasi religius nasionalis yang sangat membumi. Jadi, pemikiran kami sangat cocok," ujar Prabowo.

Sementara itu Hasyim saat ditanya seusai acara mengaku pertemuan itu tidak ada sangkut pautnya dengan NU. "Tidak ada haknya saya bicara di sini. Lebih tepatnya Pak Prabowo. Ini tidak ada hubungannya dengan NU," ujarnya.

Sementara itu beberapa hari menjelang pemilu, Pemerintah Kota Malang meminta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya tidak golput. Mereka justru diminta memelopori masyarakat sekitar untuk aktif menggunakan hak pilih.

"Untuk mendukung terciptanya Malang yang lebih demokratis dan menuju suksesnya Pemilu 2009, PNS Kota Malang diharapkan aktif datang ke TPS dan menggunakan hak pilih sebaik-baiknya," tutur Wali Kota Malang Peni Suparto dalam siaran persnya.

Peni menekankan agar PNS menjadi contoh masyarakat sekitarnya meski tetap tidak boleh mengarahkan untuk memilih salah satu calon atau partai. Dimulai dari PNS, tingkat golput di Kota Malang diharapkan bisa ditekan.

Golput

Pada Pemilu 2009 ini, jumlah warga Kota Malang yang memilih untuk tidak memilih (golput) pada pemilu legislatif diperkirakan mencapai 40 persen. Tingginya jumlah golput diperkirakan karena masyarakat sudah jenuh dengan beberapa kali pemilu.

Ketua KPU Kota Malang Hendri mengatakan, pada Pemilu 2009 tingkat antusiasme masyarakat cenderung menurun. "Saat ini tidak banyak pertanyaan atau tidak terlihat adanya antusiasme dari masyarakat dan stakeholder pada Pemilu 2009. Bisa jadi partisipasinya menurun atau angka golput bisa 30-40 persen," ujar Hendri.

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: