Rabu, 10 Februari 2010
Jalan Braga di Waktu Malam

Minggu, 19 April 2009 | 03:17 WIB

Jalan Braga mungkin nama jalan paling terkenal di Kota Bandung, Jawa Barat. Pada awal tahun 1900-an, Jalan Braga masih berupa jalan tanah dengan pepohonan dan rumah gaya Hindia Timur. Beberapa dasawarsa kemudian atau pada pertengahan tahun 1930-an, Jalan Braga telah berkembang pesat dan berubah menjadi kompleks pertokoan Eropa terkemuka di Hindia Belanda. Di kawasan tersebut terdapat hotel, restoran, dan beragam toko yang menyediakan segala kebutuhan.

Melintasi Jalan Braga pada masa kini seolah menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Jejak kejayaan Braga pada waktu lampau masih terlihat dari bangunan-bangunan tua bergaya Art-deco yang megah dan masih berdiri kokoh di sisi jalan. Jika ada bagian yang hilang dari Jalan Braga, itu adalah kemeriahan. Sejak warga Indo-Belanda dan Belanda, pemilik toko di Jalan Braga, meninggalkan Braga pada tahun 1957, Jalan Braga berangsur-angsur menjadi sepi. Perkembangan Kota Bandung membuat keramaian kota terbagi. Banyaknya kompleks pertokoan baru membuat Braga kian tergeser. Bahkan, sejak 2005, sebanyak 45 persen pemilik usaha di sekitar Braga menutup usahanya.

Denyut Jalan Braga mulai terlihat ketika malam hari. Beberapa kafe di pinggir jalan mulai buka dan para pelayan sibuk menawarkan menu makanan dan minuman kepada pejalan kaki yang melintas. Sepasang remaja bergandengan tangan di trotoar sambil sesekali berfoto di depan pintu bangunan tua yang kosong. Penjual lukisan bergambar pemandangan alam sibuk menata kembali dagangan mereka yang jatuh tersapu angin malam yang cukup membuat badan merinding.

Meskipun memiliki pesona di kala malam, Jalan Braga tidak menjadi tempat favorit untuk singgah. Penumpang mobil yang kebanyakan berpelat nomor Jakarta hanya membuka separuh kaca mobil untuk melihat-lihat bangunan tua dan suasana saat melaju melintasi Jalan Braga. Sedikit sekali dari mereka yang kemudian memarkir mobil dan membaur dengan warga menikmati suasana Jalan Braga. Modernisasi kian mengikis sejarah kota. Para turis lokal kebanyakan lebih memilih singgah di bagian lain kota Bandung yang menawarkan sesuatu yang lebih menarik, semisal wisata belanja, seperti di deretan factory outlet di kawasan Dago.

Braga, riwayatmu kini….

Teks dan Foto-foto: Kompas/Yuniadhi Agung

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: