
Selasa, 21 April 2009 | 15:34 WIB
"Di Bawah Lapisan Es"
Apakah Mainteater? Mungkinkah hanya sebuah komunitas teater yang mewadahi anggotanya untuk berteater, alat refleksi berekspresi, atau gudang para pencinta seni? Seyogianya tidak hanya itu. Mainteater Bandung adalah lembaga nirlaba yang dibentuk pada 1994 oleh beberapa seniman teater dari Indonesia dan Australia.
Tujuan pembentukannya adalah untuk membina pertukaran kebudayaan antarbangsa melalui pertunjukan teater serta pengkajian seni budaya pada umumnya. Program ini dirintis untuk mengetengahkan visi baru dalam perumusan dan penggalian berbagai kemungkinan pemahaman tentang persoalan interkulturalisme dalam teater. Oleh karena itu, dalam pemilihan naskah dan pementasan, Mainteater tidak main-main.
Di Bawah Lapisan Es menjadi kolaborasi kedua kali antara Mainteater dan Kineruku, sebuah komunitas film independen, setelah sukses mementaskan Electronic City dalam tur di Bandung, Bali, Surabaya, dan Jakarta. Ini merupakan bagian pertama dari tetralogi Das System.
Di Bawah Lapisan Es sendiri adalah naskah kedua setelah Electronic City, yang ditulis Falk Richter, seorang dengan multitalenta. Ia menulis dan mementaskan drama dengan bahasa yang merangkul seni serta menyesuaikan diri dengan dunia bisnis dan dunia perantara yang penuh kritik. Pementasan Di Bawah Lapisan Es disutradarai seniman teater Indonesia dan komandan Mainteater Wawan Sofwan.
Pementasan akan diselenggarakan 15 Mei 2009 pukul 20.00 di Selasar Sunaryo dan 19-20 Mei di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranangsiang Nomor 1, Bandung. Diskusi digelar pada 15-16 Mei di Gedung Kesenian Rumentang Siang, sedangkan diskusi terpadu pada 18-23 Mei di UPI, Unpad, dan IPDN. ANITA GAYATRI Pemimpin Produksi