
Senin, 22 Juni 2009 | 04:03 WIB
Bangkok, Kompas -
”Tanpa bantuan, pedagang kecil akan mati. Saat ini saja mereka sudah sulit bersaing dengan bisnis eceran yang dikelola secara profesional atau modern,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Pudjianto, di sela acara studi banding pengelolaan bisnis ritel di Bangkok, Thailand, Minggu (21/6).
Banyak faktor penyebab matinya pedagang kaki lima dan pedagang tradisional. Penyebab utamanya, harga jual yang tidak kompetitif dengan ritel modern.
Demi pedagang kecil, pemerintah harus memperpendek rantai distribusi barang dan membina pedagang. Guna memperpendek rantai distribusi harus dibangun pusat perkulakan bagi pedagang. ”Cukup tunjuk salah satu pengelola pusat distributor berpengalaman, dengan pengawasan pemerintah,” ucapnya.