Rabu, 10 Februari 2010
Kompas/P Raditya Mahendra Yasa
Petugas menempelkan stiker di kotak suara yang berisi nomor dan lokasi tempat pemungutan suara sebelum didistribusikan ke sejumlah kelurahan di Kecamatan Semarang Barat, Jawa Tengah, Jumat (3/7). Pendistribusian logistik, seperti kotak suara, surat suara, dan tinta, ke sejumlah kelurahan tersebut akan dilaksanakan tiga hari sebelum Pemilu Presiden 2009 pada 8 Juli nanti.
LOGISTIK PILPRES
Surat Suara di Papua Terlambat Tiba

Sabtu, 4 Juli 2009 | 03:11 WIB

Jakarta, Kompas - Surat suara pemilu presiden untuk Papua terlambat tiba di kabupaten/kota. Keterlambatan itu disebabkan surat suara yang seharusnya dikirimkan dari perusahaan langsung ke KPU kabupaten/kota dengan pesawat ternyata dikirim dengan menggunakan kapal laut.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Benny Sweny, Jumat (3/7). Semula surat suara itu dijadwalkan tiba di seluruh KPU kabupaten/kota pada 24-25 Juni. Namun, karena menggunakan kapal laut, surat suara untuk 17 kabupaten/kota tiba pada 25-26 Juni, sedangkan surat suara untuk 10 kabupaten/kota lainnya baru tiba pada 30 Juni. Selanjutnya, surat suara tersebut disortir dan dilipat yang rata-rata membutuhkan waktu tiga hari.

”Ini kenakalan perusahaan rekanan. Dalam perjanjian, perusahaan rekanan seharusnya mengirimkan surat suara dengan pesawat, tetapi ternyata menggunakan kapal laut,” katanya.

Hingga Kamis lalu atau lima hari menjelang pemungutan suara, baru 40 persen dari 341 distrik/kecamatan di Papua yang sudah menerima surat suara. KPU masih mengupayakan agar semua surat suara tersebut paling lambat tiba di semua distrik pada 6 Juli. Waktu yang tersisa akan digunakan untuk mengirimkan surat suara tersebut dari distrik ke desa-desa yang ada sehingga pada 7 Juli seluruh logistik pemilu sudah ada di TPS.

Menurut Benny, cuaca masih menjadi kendala utama dalam pendistribusian surat suara ke distrik-distrik maupun desa-desa karena hanya dapat dijangkau dengan pesawat.

Pada pemilu legislatif lalu, pemungutan suara di 246 TPS yang ada di lima kabupaten ditunda karena surat suara belum sampai akibat kendala transportasi. Agar kejadian itu tak terulang, kata Benny, KPU Papua mengutamakan pengiriman surat suara pilpres pada daerah-daerah yang sulit akses transportasinya, seperti Kabupaten Yahukimo, Paniai, dan Pegunungan Bintang.

Sementara itu, Ketua KPU Maluku Jusuf Idrus Tatuhey mengatakan, pendistribusian surat suara pilpres di wilayahnya tidak mengalami hambatan berarti. Pendistribusian surat suara dari ibu kota kabupaten ke kecamatan dan desa yang dipisahkan lautan tidak terlalu bermasalah karena kondisi ombak dan cuaca laut cukup bersahabat selama beberapa hari terakhir.

Untuk pendistribusian ke pulau-pulau terpencil yang ada di Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara Barat yang berbatasan dengan Timor Leste, KPU dibantu dengan menggunakan kapal-kapal milik pemerintah kabupaten maupun provinsi setempat.

”H-3 (tiga hari) sebelum pemungutan suara ditargetkan semua logistik pemilu, khususnya surat suara, sudah tiba di TPS,” katanya. (MZW)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: