
Sabtu, 4 Juli 2009 | 03:40 WIB
Mereka adalah pasien pria AR (23), RA (10 bulan), IG (33), BE (50), TD (65), F (14), RW (23), BA (22), JO (43), dan NN serta dua perempuan, yaitu HR (40) dan N (34). Sebanyak enam orang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, seorang pasien dirawat di RS Gatot Subroto, dan seorang di RS Internasional Bintaro, Jakarta.
Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan Lily S Sulistyowati, dalam siaran pers, keadaan mereka telah membaik. Kondisi saat ini ada 20 kasus positif influenza A-H1N1 di Indonesia. Seorang di antaranya dinyatakan sembuh dan sudah pulang yaitu BM (22), perempuan berkewarganegaraan Inggris.
Untuk mencegah penularan dari negara terjangkit, pendatang diwajibkan mengenakan masker sebelum keluar bandara. Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, beberapa waktu lalu, masker disediakan pemerintah dan harus dikenakan selama tiga hari sesuai masa inkubasi penyakit ini, yaitu 3-7 hari.
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Faisal Yunus menyatakan, Indonesia sulit menangkal masuknya virus itu karena semakin banyak negara terjangkit.
Menurut dia, banyak pasien tidak terdeteksi gejalanya saat melalui alat deteksi panas tubuh di bandara karena gejala muncul beberapa hari kemudian. Saat ini sebagian besar pasien sembuh dengan baik.
Sementara itu, hasil tes ulang laboratorium atas dua pasien positif influenza A-H1N1, yaitu Tayla Marlo (14) dan James Antonuccio (8), dinyatakan negatif. Dengan demikian, dua bocah asal Australia yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, tersebut diizinkan pulang setelah hasil pemeriksaan diterima Kamis petang.
Setengah jam kemudian datang satu pasien baru, Richard Clark (26), berkewarganegaraan Inggris. Dia dinyatakan sebagai pasien terduga dan diisolasi.
Adapun RSUP dr Wahidin Soedirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, mengisolasi delapan awak pesawat Lion Air yang memeriksakan diri karena takut terinfeksi virus A-H1N1, Jumat (3/7). Mereka dinyatakan terduga. Namun, pihak Humas Lion Air, Edward Sirait, menegaskan bahwa awak pesawatnya tidak berstatus suspect flu A-H1N1.
Di Medan, ada 21 kasus terduga terinfeksi virus A-H1N1. Ketua Tim Dokter Penanganan H1N1 RSUP Adam Malik mengatakan, ada satu pasien masuk, CH (12). RSUD Abdul Moeloek, Lampung, untuk pertama kalinya menerima dan merawat satu pasien status investigasi terjangkit virus A-H1N1. Cn (53) dirawat dua hari karena baru pulang dari Beijing, China.