Rabu, 10 Februari 2010
Sarah Palin Mundur
Meninggalkan Tanda Tanya

Minggu, 5 Juli 2009 | 03:49 WIB

Alaska, Sabtu - Sulit bagi orang-orang terdekatnya untuk mengerti alasan Gubernur Alaska Sarah Palin mendadak mengundurkan diri, Jumat (3/7) petang atau Sabtu pagi WIB, meskipun masa jabatannya masih 16 bulan lagi.

Mantan kandidat wakil presiden AS pada pemilu AS 2008 ini juga mengumumkan tidak akan mencalonkan diri lagi menjadi gubernur Alaska mendatang.

”Kalau saja ia berpikir, mundur dari jabatan 16 bulan lebih awal untuk lebih banyak mencurahkan waktu bagi persiapan pencalonan diri yang lebih tinggi (sebagai kandidat presiden AS 2012), rasanya sungguh itu tindakan salah. Justru jangan mundur,” komentar Andrew Halcro, rival Palin yang kalah dalam pemilihan gubernur Alaska tahun 2006.

”Menurut saya, justru langkahnya ini malah menghapus pertimbangan, ia bakal jadi calon presiden 2012,” komentar pengamat politik Larry Sabato yang juga Ketua Jurusan Politik Universitas Virginia.

Namun, Palin (45), ibu lima anak, sepertinya sudah bulat dengan keputusannya untuk tidak lagi direpotkan dengan urusan pemerintahan di negara bagian yang masih dipegangnya. Dalam jumpa pers mendadak di rumah pinggiran danau di Wasilla, Alaska, Jumat, ia mengatakan, tidak lagi menjabat gubernur negara bagian terujung di Amerika itu efektif 26 Juli.

Tak kurang dari Senator John McCain—yang dulu didampingi Palin dalam Pilpres AS 2008—dikejutkan dengan keputusan mantan mitra kandidatnya ini. McCain bahkan sempat berbalas e-mail dan telepon dengan Palin tentang keputusan mundurnya.

”Gubernur tidak mengatakan apa pun tentang apa rencana politiknya setelah tak menjabat lagi,” kata juru bicara Palin, David Murrow. ”Dia akan mengabdi kepada publik di luar kursi gubernur,” katanya.

Sarah Palin boleh dikatakan mendadak mencuat popularitasnya tahun lalu ketika ia mendampingi Senator McCain sebagai kandidat cawapres AS. Meskipun ia menarik perhatian publik AS, dari awal langkahnya sering diwarnai kontroversi.

Popularitas turun

Namun, sekembali dari pilpres AS, ke Alaska lagi, popularitasnya pun menyurut. Palin bahkan mulai disibukkan menanggapi berbagai komplain, dari soal keluhan berbau etika sampai Palin harus mengembalikan uang Negara Bagian Alaska senilai 8.100 dollar AS berkaitan dengan perjalanan anak-anaknya.

Terungkap berita bahwa untuk menepis berbagai komplain—tidak kurang dari 15 kasus—Negara Bagian Alaska harus mengeluarkan uang ribuan dollar AS untuk biaya proses legal.

Belum lama ini, Palin juga digugat oleh sekumpulan polisi negara bagian itu yang mempersoalkan etika Palin, yang mereka tuduh membongkar informasi konfidensial tentang mantan saudara iparnya, Mike Wooten. Palin secara sistematis pun memecat Wooten.

Akhir pekan ini, surat kabar Anchorage Daily bahkan membeberkan bahwa untuk menghadapi ”Trooper Gate” (kasus polisi negara) ini, Negara Bagian Alaska terpaksa harus menyisihkan uang 300.000 dollar AS untuk membiayai proses legalnya.

”Saya tak bisa terus-menerus menjadi gubernurmu dan membiarkan jutaan dollar AS terbuang percuma hanya untuk membiarkan diri saya tetap sebagai gubernur,” ungkap Palin.

Meskipun diguncang berbagai kasus, di kalangan Partai Republik Sarah Palin masih tetap menjadi salah satu modal untuk Pilpres 2012.

Menurut polling CNN pada 2 Juli, popularitas Palin masih ketat bersaing dengan mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney serta mantan Gubernur Arkansas Mick Huckabee sebagai favorit kandidat Republik untuk 2012. (AP/AFP/Reuters/sha)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: