Rabu, 10 Februari 2010
PANGAN
Pengadaan Bulog Lampung 113.487 Ton

Sabtu, 11 Juli 2009 | 04:31 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Pengadaan beras Perum Bulog Lampung semester pertama 2009 sudah mencapai 113.487 ton dari target pengadaan 2009 sebesar 140.000 ton. Perum Bulog Lampung optimistis target pengadaan beras tahun 2009 tercapai dalam satu semester karena sudah merealisasikan lebih dari 50 persen target pengadaan.

Kepala Humas Perum Bulog Lampung Edi Hanif, Jumat (10/7), mengatakan, pencapaian pengadaan sebesar 113.487 ton merupakan catatan gabungan pengadaan semester pertama 2009 dan pembelian beras minggu pertama Juli 2009.

Pengadaan beras semester pertama 2009 atau sampai akhir Juni 2009 mencapai 111.790 ton. Sementara pengadaan beras dalam negeri pada minggu pertama Juli 2009 sejumlah 1.697 ton sehingga total pengadaan beras Bulog Lampung menjadi 113.487 ton.

Apabila dibandingkan dengan target dan realisasi pengadaan 2008, realisasi semester pertama 2009 sudah melebihi angka target pembelian 2008. Tahun 2008 dengan target pengadaan 100.000 ton realisasi hanya 58,42 persen.

”Melihat pencapaian pengadaan sampai dengan semester pertama 2009, kami optimistis pengadaan 2009 akan dapat tercapai, apalagi pertanian diperkirakan akan membaik,” ujar Edi.

Berdasarkan catatan Perum Bulog Lampung, kontrak pengadaan Bulog Lampung sampai dengan 7 Juli 2009 berjumlah 115.546 ton. Dikurangi realisasi pengadaan 113.487 ton, masih ada sisa kontrak pengadaan sebesar 2.059 ton. Sisa kontrak dijadwalkan masuk secara bertahap setiap hari.

Edi mengatakan, pengadaan sebesar itu berasal dari beberapa kantor bulog dan subdivre bulog. Dari Bulog Divre Lampung, tercatat pengadaan sudah sebesar 10.845 ton setara beras dari kontrak pengadaan sebesar 11.504 ton.

Pengadaan beras dari Subdivre Lampung Tengah tercatat sebesar 55.289 ton dari nilai kontrak sebesar 56.209 ton. Pengadaan beras dari Subdivre Lampung Utara tercatat mencapai 23.327 ton dari jumlah kontrak sebesar 23.423 ton.

Adapun pengadaan beras dari Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Lampung Selatan tercatat mencapai 24.026 ton dari jumlah kontrak pengadaan sebesar 24.410 ton.

Secara terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung merilis, harga gabah di Lampung pada bulan Juni 2009 rata-rata masih berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu mencapai Rp 2.400 per kilogram di tingkat petani. Sementara rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan mencapai Rp 2.989,58 per kilogram.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Lampung Dody Gunawan Yusuf mengatakan, dari pengamatan dan 21 titik pemantauan sentra beras Lampung, tidak ditemukan adanya gabah kualitas rendah yang ditunjukkan dengan kadar air di atas 25 persen. Dari 21 titik pengamatan, rata-rata gabah yang dihasilkan petani memiliki kadar air sekitar 14-25 persen atau sesuai standar gabah kering panen (GKP).

Pada Juni 2009, harga gabah terendah di tingkat petani terdapat di Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Harga gabah kualitas GKP di wilayah tersebut terpantau sebesar Rp 2.450 per kilogram dengan kadar air 23,60 persen.

Sementara harga gabah tertinggi di tingkat petani dengan kualitas GKP dan kadar air 14-16 persen terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, sebesar Rp 3.100 per kilogram. Petani berharap harga selalu naik. (hln)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: