
Sabtu, 11 Juli 2009 | 04:33 WIB
Salah satu komunitas filatelis yang sudah resmi menjadi organisasi tingkat nasional adalah Perhimpunan Filatelis Indonesia Cabang Palembang. Perhimpunan yang beranggotakan lebih dari 100 orang ini mewadahi beragam latar belakang filatelis, baik untuk kegemaran pribadi maupun untuk tujuan bisnis.
Wedha, salah satu filatelis, Jumat (10/7), mengatakan bahwa aktivitas para filatelis tidak hanya secara harfiah mengumpulkan atau berjual-beli prangko saja. Namun, ada berbagai filosofi positif lain yang termuat dalam jenis hobi ini.
Salah satunya, ada nilai kepuasan tersendiri dan penghargaan jika seseorang memiliki koleksi prangko yang unik dan langka. Alasannya, semakin langka jenis prangko, nilainya akan semakin berharga. Jika seorang filatelis menggeluti sisi bisnisnya, harga jual prangko yang unik dan langka akan semakin mahal.
”Selain itu, semakin lama usia prangko, maka nilainya terus bertambah. Misalnya, sepuluh tahun silam harga beli Rp 2.000, saat ini mungkin bisa mencapai jutaan,” katanya.
Selain itu, yang terpenting adalah jenis hobi ini juga memuat unsur ilmu pengetahuan karena terkait dengan beragam hal, antara lain catatan sejarah, peristiwa penting yang sedang berlangsung, ikon tertentu, hari raya keagamaan, sampai hal-hal spesifik, seperti pakaian dan makanan tradisional. Jadi, setiap prangko punya kisahnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Pos Besar Kota Palembang Gustap Marpaung menjelaskan bahwa PT Pos Indonesia sebagai salah satu komponen pendukung utama hobi filateli ini terus konsisten mengeluarkan produk-produk terbaru. Penerbitannya selalu disesuaikan dengan konteks kekinian yang terjadi di masyarakat atau pemerintahan.
Beberapa produk baru yang sudah diluncurkan PT Pos adalah seri Pemilu 2009 dan seri terbaru Peresmian Jembatan Suramadu.