
Minggu, 12 Juli 2009 | 03:49 WIB
Adapun anggota tim sisanya, termasuk Elfa Secoria, pemimpin Elfa’s Music School (EMS), dikarantina di hotel di Gyeongnam.
Hal itu dikemukakan Yana Julio, personel Elfa’s Singers, Sabtu (11/7) malam. Ia menambahkan, kejadian ini tidak perlu dianggap sebagai kejadian yang menakutkan, walaupun juga tidak boleh dianggap enteng, mengingat ke-12 orang yang kini dirawat di rumah sakit masih dapat berkomunikasi dengan keluarga mereka. ”Jadi tampak seperti orang sehat biasa, cuma mereka harus dirawat terus,” katanya.
Pernyataan senada juga dikemukakan oleh Eko, ayahanda Nd, salah seorang dari 12 anggota rombongan EMS yang dirawat di rumah sakit. ”Keadaan Nd kini sudah berangsur membaik, ia tidak lagi menderita demam. Namun, Nd belum diizinkan tim medis Korsel untuk pulang ke Tanah Air. Nd dan rekan-rekannya sebenarnya dijadwalkan kembali ke Indonesia hari ini (Sabtu),” papar Eko, seraya menambahkan, Nd akan kembali ke Tanah Air sampai dinyatakan benar-benar sehat.
Yana Julio mengungkapkan, rombongan EMS, yang sedianya mengikuti kompetisi di Korsel itu, berangkat dalam dua gelombang. Gelombang pertama berangkat pada tanggal 6 Juli lalu, sedangkan gelombang kedua, yang di antaranya terdiri dari Elfa’s Singers, dijadwalkan berangkat 11 Juli kemarin. ”Namun, keberangkatan kami dibatalkan karena flu mewabah. Festival itu pun dibatalkan,” ujarnya, yang langsung mendapat kabar dari anggota rombongan di Korea.
Menurut Yana, ketika tiba di Gyeongnam setelah menempuh perjalanan selama 6 jam dengan bus dari Seoul, beberapa anggota rombongan sudah terdeteksi demam. Akan tetapi, mereka tetap berkompetisi pada tanggal 10 Juli dan mendapatkan medali emas dengan nilai 82.
Selesai kompetisi, kata Yana, air liur dan suhu semua anggota rombongan EMS diperiksa. Ternyata, ada 20 orang dinyatakan terduga (suspect) dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat celsius. Namun, belakangan, yang dinyatakan positif terinfeksi flu A-H1N1 hanya 12 orang.
Eko mengisahkan, Nd (13) saat berangkat ke Seoul dengan pesawat dari maskapai Korean Airlines pada tanggal 6 Juli lalu dalam kondisi sehat dan bugar. Pada tanggal 8 Juli, Nd mengabarkan bahwa beberapa temannya mulai demam. Keesokan harinya, tanggal 9 Juli, siswa kelas I sebuah SMP swasta di Jakarta Timur itu mengabarkan bahwa yang menderita demam bertambah, termasuk Nd.
Eko mengutarakan, pihak keluarga tidak bisa melihat langsung keadaan Nd di Korsel. Nd dan pasien lain masih dikarantina ketat. ”Keluarga pun tidak diizinkan menemui pasien. Jadi, kami hanya bisa menunggu dan berdoa,” kata Eko.
Ia menegaskan sangat berterima kasih kepada pihak Elfa’s Music School yang membantu penuh kondisi peserta yang terkena virus flu A-H1N1. ”Saya bangga mereka sempat memperoleh medali emas. Ini festival pertama Nd ke luar negeri,” ujarnya.
Dari Seoul diberitakan bahwa pihak penyelenggara tergesa-gesa mengirimkan lebih dari 1.000 peserta Festival Paduan Suara Asia di Gyeongnam pulang. Festival itu dihadiri oleh sekitar 1.500 orang dari luar negeri. Juga
Duta Besar RI untuk Korea Selatan Nicholas T Dammen saat dihubungi Kompas, Minggu malam, menginformasikan, hingga semalam sudah 13 anak yang terdeteksi terinfeksi virus flu A-H1N1. Mereka kini dirawat di National Hospital di Masan di selatan Korea Selatan.
Dammen mengatakan, jumlah total WNI yang tergabung dalam festival tersebut 366 orang yang terbagi dalam sembilan grup. Mereka menginap di tiga tempat, yaitu 168 orang di Inje University, 115 orang di Masan, dan 83 orang di penginapan lainnya. Sebanyak 13 peserta yang terinfeksi virus flu A-H1N1 berasal dari penginapan di Inje dan Masan. Adapun sejauh ini 83 peserta yang menginap di penginapan lainnya dipastikan bebas dari infeksi virus A-H1N1.
”Sekarang masalahnya, mereka yang tidak terinfeksi, tetapi menginap di Inje dan Masan tidak diizinkan pulang dulu. Bahkan, mereka sama sekali tidak boleh keluar dari penginapan.
Dammen mengatakan, pihak KBRI Korsel telah menyiapkan skenario evakuasi terhadap 83 peserta yang telah dipastikan bebas infeksi virus. KBRI Korsel telah berkoordinasi dengan pemerintah di Indonesia, yaitu dengan Departemen Luar Negeri, Departemen Kesehatan, Departemen Kebudayaan Pariwisata, dan Garuda Indonesia.
Dammen juga mengimbau pihak keluarga para peserta tidak perlu panik karena tim medis di Korea Selatan tengah berupaya yang terbaik menangani semua pasien. Pihak KBRI juga berupaya semaksimal mungkin membantu segala hal yang dapat dibantu.
”Biarkan yang tengah sakit
Jumlah pasien suspect virus influenza A-H1N1 yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, hingga Sabtu siang, bertambah tiga orang. Dengan demikian, jumlah total pasien yang
Sabtu petang, pihak rumah sakit berencana menjemput dua orang lainnya yang diduga terkena virus yang sama. Pantauan dari tim di lapangan, dua calon pasien yang belum bisa disebutkan inisialnya itu mulai menunjukkan gejala yang sama dengan pasien yang masuk ke ruang isolasi lebih dulu.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Flu Burung dan Flu Babi RSUP Dr Sardjito, Sumardi, kepada pers menjelaskan pasien yang baru masuk Sabtu siang berinisial G, GS, dan N. Seorang pasien lainnya, AR (18), yang masuk hari Kamis kondisinya mulai membaik, suhu tubuh kurang dari 37 derajat celsius. (SF/CAN/WER/BEN)