Rabu, 10 Februari 2010
LANGKAN

Kamis, 30 Juli 2009 | 04:26 WIB

Nita Aartsen di Bentara Budaya Jakarta

Nita Aarsten adalah seorang pianis dan vokalis dari Indonesia yang memiliki pengalaman cukup panjang bermain musik di Eropa. Sejak tahun 2000 ia kembali bermukim di Indonesia. Nita Aartsen memainkan musik klasik, jazz, blues, dan juga pop. Selain itu, ia juga pencipta dan seorang penata musik. Nita Aarsten cukup sering diminta bermain piano untuk menyambut tamu-tamu negara. Saat ini dia juga merupakan instruktur kepala di sebuah sekolah musik jazz ternama di Jakarta. Bentara Budaya Jakarta, Kamis (30/7) malam ini, akan menampilkan Nita Aartsen Quatro feat Anda. Dia akan mengambil tema-tema lagu klasik, seperti Minuet in G, Fur Elise, Turkish March, yang dikemas dalam jazz harmoni dan gerimis Latin. Musisi: Nita Aartsen (piano, arranger, vokal), Aldy (drum), Kristian Dharma (bass), Iwan Wiraz (perkusi), Anda (vokal), dan Steve Wilson (vokal). Lagu Selamanya dari Nita Aartsen Quatro yang dinyanyikannya bersama Anda dan Dhira menanti Anda untuk menikmatinya. (LOK)

Beasiswa Shell untuk Lima Anak Muda

Lima anak muda Indonesia dengan prestasi akademik gemilang sukses meraih beasiswa penuh untuk program pascasarjana di Inggris dan Belanda. Kelima anak muda itu tersebut meraihnya melalui program ”The Shell Centenary Scholarship Fund”. Kelima anak muda penerima beasiswa tersebut adalah Laura Natalia yang akan belajar di Universitas Teknologi Eindhoven, Shelvia Andi di Universitas Cambridge, Heidi Agasti dan Sri Susanti di Universitas Delft, serta Romora Sitorus di Universitas Durham. Empat nama pertama adalah sarjana-sarjana peraih gelar S-1 di Institut Teknologi Bandung, sementara Romora adalah sarjana dari Universitas Gadjah Mada. Presiden Direktur Shell Indonesia Darwin Silalahi, Rabu (29/7) di Jakarta, mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan kelima anak muda Indonesia itu pulang kembali ke Indonesia dengan membawa ilmu dan menerapkannya bagi bangsa Indonesia. ”Terutama yang akan belajar teknologi energi berkelanjutan. Kita membutuhkan ahli-ahli untuk mengembangkan energi alternatif terbarukan,” ujar Silalahi. (joy)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: