
Senin, 10 Agustus 2009 | 13:43 WIB
DIBUTUHKAN RENDRA BARU
Mendengar berita berpulangnya Willibrordus Surendra Broto Rendra (WS Rendra) pada hari Kamis pukul 22.10, segenap anggota sivitas akademika SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Solo ikut merasa kehilangan.
Sebab "Si Burung Merak" mempunyai ikatan yang sangat erat dengan SMA Santo Yosef Solo. Sosok Rendra pernah mengenyam pendidikan SMA-nya selama tiga tahun di sini (1952-1955). Oleh karenanya, gerak langkah "roh" WS Rendra di usahakan tetap mengakar pada siswa di SMA Santo Yosef.
Maka, pengelolaan hati dan jiwa untuk mengerti makna kehidupan dan menolong yang lemah menjadi satu misi pendidikan penting menuju manusia berkarakter dengan menumbuhkan semangat sosial, simpati, dan empati pada anak didik di semua jenjang sekolah.
Maka, dengan segenap hati siswa SMA Santo Yosef mengadakan doa bersama dengan musikalisasi puisi Rendra demi mengantar Rendra pada Jumat (7/8). Tujuannya menggugah hati siswa untuk mengerti makna dalam perjalanan hidup, mengerti hakikat pentingnya perjalanan hidup seorang sastrawan, dramawan, penyair, dan budayawan tangguh.
Dengan demikian akan lahir Rendra baru yang dapat mengharubirukan bangsa dan negara.
Maka, sekolah jangan menganaktirikan siswa yang menyukai seni dan sastra. Dibutuhkan penghargaan dan kesempatan kepada siswa untuk berekspresi di mana pun berada. Kesempatan itu harus dimulai dari keterbukaan sekolah. FX Triyas Hadi Prihantoro SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta Ilustrasi Wahyu