Rabu, 10 Februari 2010
KOMPAS/DANU KUSWORO
Penduduk Desa Lempur, Nagari Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman, Sumatera Barat, antre mendapatkan bahan makanan, Minggu (4/10). Di daerah ini bantuan masih minim.
DIY Tularkan Kemampuan
Penggalangan Dana untuk Korban Gempa Sumatera Barat Meluas

Senin, 5 Oktober 2009 | 03:34 WIB

Yogyakarta, Kompas - Sebanyak 21 anggota tim bantuan kemanusiaan DI Yogyakarta, yang merupakan tim pendahulu, Minggu (4/10), diberangkatkan ke Padang, Sumatera Barat. Menurut rencana, Yogyakarta juga akan mengirimkan tim ahli yang menularkan kemampuan menangani persoalan pascagempa kepada Padang.

”Kami akan membantu menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Pengalaman DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) cukup cepat dalam penanganan gempa. Konsep tersebut dinilai perlu ditularkan kepada teman-teman di Padang,” ujar Bayudono, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pembangunan yang juga Ketua Tim Bantuan Kemanusiaan Pascabencana Gempa Bumi Sumatera, Sabtu lalu di Yogyakarta.

Dengan pengalaman menangani bencana gempa Yogyakarta tahun 2006, lanjut Bayudono, DIY berupaya berbagi ilmu yang dimiliki kepada Sumatera Barat (Sumbar).

Direktorat Pemerintahan Umum Departemen Dalam Negeri (Depdagri) telah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY mengirimkan 25 tenaga ahli dari DIY. ”Tenaga yang diminta pusat adalah mereka yang mempunyai pengalaman dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi gempa Yogyakarta. Mereka akan difasilitasi Depdagri untuk membantu pemda (pemerintah daerah) setempat pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” papar Bayudono.

Kemarin, Pemprov DIY mengirimkan 21 anggota tim pendahulu yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga SAR ke Sumbar. Mereka akan membantu evakuasi korban dari reruntuhan. Selain itu, mereka juga mendirikan posko bantuan DIY

Sehari sebelumnya, tim Dinas Sosial DIY yang bergerak ke lokasi musibah. Mereka dilengkapi tiga truk yang berisi berbagai bantuan, seperti selimut (600 lembar), tenda (5), tandu (50), serta logistik (1 ton),

Pemprov Lampung juga melakukan hal serupa. Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, Sabtu lalu, melepas keberangkatan 121 sukarelawan yang terdiri dari tim SAR Dinas Perhubungan Lampung, aparat Kepolisian Daerah Lampung, petugas satuan polisi pamong praja, tim medis RSUD Abdul Moeloek, dan tim badan penanggulangan bencana Pemprov Lampung.

Tim yang dipimpin Sekretaris Penanggulangan Bencana Pemprov Lampung, Budiharto, itu membawa serta beras (10 ton), mi instan (150 kardus), sarden kaleng (25 kardus), kaus, tikar, pakaian layak pakai, genset, dan 102 kantong jenazah. Selain itu, bantuan uang tunai dari Pemprov Lampung Rp 200 juta.

Menurut Direktur RSUD Abdul Moeloek Wirman, secara keseluruhan, RSUD Abdul Moeloek mengirimkan tiga tim. ”Satu tim sudah berangkat Jumat pagi. Dua tim berangkat Sabtu siang bersama-sama dengan tim dari Pemprov Lampung,” katanya.

Bantuan Petrokimia

Dari Gresik, Jawa Timur, dilaporkan, PT Petrokimia Gresik juga memberi bantuan untuk korban gempa Sumbar maupun Jambi. Bantuan tersebut, antara lain, berupa 15 tenda peleton, 5.000 selimut, dan 5.000 sarung. Selain itu, 3,25 ton beras, 10,7 ton gula, 260 biskuit, 621 kardus susu, 1.963 mi instan, dan 621 kardus air mineral. Selain itu, obat- obatan senilai Rp 200 juta serta dana revitalisasi Rp 500 juta.

Menurut Kepala Biro Humas PT Petrokimia Gresik Wahyudi, bantuan dihimpun dari manajemen PT Petrokimia Gresik (produsen pupuk) dan karyawan. ”Bantuan dikirim dengan Kapal Perang RI di Tanjung Perak Surabaya. Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi saudara kita yang terkena musibah gempa,” katanya.

Di Malang, Jawa Timur, Bagyo Setiono, Kepala Subbagian Sandi dan Telekomunikasi Pemerintah Kabupaten Malang, mengatakan, pihaknya mengirimkan 12 anggota tim SAR ke Padang. ”Mereka mayoritas personel SAR yang senior dan terlatih. Mereka punya pengalaman di Aceh, Nias, dan Yogyakarta,” katanya.

Penggalangan dana

Di sejumlah daerah, mahasiswa asal Sumbar berupaya meringankan penderitaan saudara- saudara mereka yang tertimpa bencana dengan melakukan penggalangan dana.

Di Yogyakarta, misalnya, mereka yang tinggal di Asrama Mahasiswa Merapi Singgalang di Karangwaru Kidul TR II/506 Yogyakarta mengumpulkan sumbangan dari pengguna jalan di Yogyakarta. ”Kami tergerak untuk satu tujuan, yakni membantu melalui penggalangan dana. Sejauh ini, dana yang terkumpul sudah lumayan. Untuk menyalurkan sudah ada link (yang menjembatani), yakni alumni asrama yang ada di sana (daerah asal),” ujar Koordinator Posko Penggalangan Dana, Andri Syahputra, kemarin.

Menurut Andri, dari alumni asrama itulah, pihaknya mendapat informasi terkini mengenai apa saja kebutuhan pokok korban bencana.

Di Samarinda, Kalimantan Timur, Keluarga Minang Samarinda membuka posko penerima bantuan untuk korban gempa Sumbar sejak Sabtu. Bantuan yang sudah terkumpul dan sedang disalurkan berupa kebutuhan pokok yang dibelanjakan dari uang tunai Rp 70 juta.

”Bantuan diutamakan untuk korban di pedesaan di Kabupaten Padang Pariaman yang terkena dampak bencana alam sangat parah,” kata Intoniswan, anggota staf Humas Ikatan Keluarga Minang Samarinda dan sekretaris posko, kemarin.

Di Palembang, Sumatera Selatan, tercatat lebih dari 10 elemen masyarakat menggalang bantuan untuk korban gempa Sumbar. Mereka, antara lain, Walhi Sumatera Selatan, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, Forum Wartawan di Sumatera Selatan, Lembaga Bantuan Hukum, BEM se-Kota Palembang, Masyarakat Indonesia Tionghoa Palembang, Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris Cabang Sumsel, dan wartawan se- Sumsel.(ACI/ODY/WER/RWN/ BRO/ONI/HLN)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: