Rabu, 10 Februari 2010
REHABILITASI
400 Mandor Siap Bangun Rumah Tahan Gempa

Jumat, 9 Oktober 2009 | 04:11 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Sekitar 400 mandor bangunan disiapkan untuk membangun rumah tahan gempa. Selain dilatih dengan prinsip dasar bangunan tahan gempa, mereka dibekali kemampuan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitarnya. Pelatihan dimaksudkan agar bangunan tahan gempa mudah dibuat dengan harga terjangkau.

Pendiri dan pembina Paguyuban Mandor Bangunan Tahan Gempa, Sarwidi, di Yogyakarta, Kamis (8/10), mengatakan, para mandor telah dilatih secara bertahap sejak tahun 2004. Mereka berasal dari daerah rawan gempa di lima provinsi di Pulau Jawa.

”Mereka adalah mandor di daerah pedesaan yang mendapat pelatihan pembangunan bangunan rumah rakyat tahan gempa (barrataga) yang dikembangkan di UII (Universitas Islam Indonesia). Tempat tinggal mereka tersebar, tetapi siap dihubungi untuk membantu pembangunan di Sumbar atau daerah lain,” kata Sarwidi, yang juga peneliti bangunan tahan gempa dari UII Yogyakarta.

Menurut Sarwidi, kompetensi para mandor dalam membangun barrataga telah diuji oleh tim teknik kegempaan UII.

Di Bandung, Ketua Palang Merah Indonesia Mar’ie Muhammad menyebutkan, pihaknya segera membangun rumah bambu untuk tempat tinggal sementara korban gempa di Sumbar. Rumah bambu itu berukuran 4 meter x 6 meter dan masing-masing dibangun dengan biaya Rp 2,5 juta. Satu rumah dapat dihuni satu keluarga dan bisa bertahan dua tahun.

”Kemungkinan besar lebih dari 3.000 rumah, tergantung dari dana yang kami himpun,” ujar Mar’ie. (ire/mhf)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: