
Minggu, 1 November 2009 | 03:28 WIB
Dengan bedil dan peluru di tangan, siapa pun bisa Tuan penjarakan. Sungguh pun alasannya terkadang membingungkan; ”Mereka terlalu banyak bicara pada media.” Namun, bisakah Tuan meruntuhkan seluruh tembok kota? Tembok-tembok yang kini telah dilukisi dengan cat warna merah dan putih itu.
Jangan Tuan tanya siapa yang melukisi tembok-tembok itu. Sama halnya, jangan Tuan cari tahu siapa yang menggerakkan lebih dari 100.000 facebookers yang membuat pernyataan dukungan kepada dua tersangka yang kini Tuan penjarakan.
Jika Tuan terus memusuhi suara-suara kritis itu, penjara akan disesaki rakyat. Dan, bisakah Tuan memenjarakan tembok-tembok kota yang kini bangkit dan bersuara lantang untuk melawan korupsi? Bahkan, seandainya Tuan hapus seluruh tembok kota yang telah dicat dengan warna merah dan putih itu, gambar tentang pergulatan ”cicak melawan buaya” itu sudah terekam di kepala rakyat Indonesia.