
Selasa, 3 November 2009 | 02:51 WIB
”Adanya siklon tropis itu tergantung suhu permukaan laut. Penelitian tentang laut menjadi sangat berpengaruh, tapi ini masih sangat minim,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Orbita Roswintiarti, Senin (2/11) di Jakarta.
Lapan mengidentifikasi setiap pertumbuhan siklon tropis yang menimbulkan ekor badai yang berdampak pada memburuknya cuaca di sebagian wilayah Indonesia. Identifikasi selama satu tahun, Oktober 2008-September 2009, ada 41 siklon tropis, dari perairan Samudra Pasifik meliputi timur Filipina atau utara Australia, Laut China, dan di Samudra Hindia, sampai ke Teluk Benggala.
Siklon tersebut meliputi siklon Dujuan, Mujigae, Choiwan, Ketsana, dan Parma (September 2009); siklon Marakot, Goni, Etau, dan Krovanh (Agustus 2009); siklon Soudelor dan Molave (Juli 2009); serta siklon Linfa dan Nangka (Juni 2009).
Pada Mei 2009 ada tiga siklon: Kujira, Chan Hom, dan Aila. Dilanjutkan dengan Bijli Twentyseven dan Kirrily (April 2009); siklon Gabriellee, Hamish, Ilsa, dan Twentytwo (Maret 2009); siklon Elie dan Freddy (Februari 2009); serta siklon Charlotte,
Desember 2008 ada tiga
Pentingnya riset arus laut di Indonesia juga dinyatakan Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Edvin Aldrian. Edvin mengatakan, saat ini terjadi pengaruh El Nino di perairan Indonesia.
Arus laut dengan suhu permukaan dingin dari Pasifik masuk ke Indonesia. ”Sebaliknya, arus laut yang masih hangat dari perairan Indonesia justru keluar menuju Pasifik,” kata Edvin.
Menurut dia, riset kelautan
Manajer Laboratorium Teknologi Sistem Kebumian dan Mitigasi Bencana pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Fadli Syamsuddin mengatakan, pada saat El Nino, arus laut dari Pasifik seharusnya masuk ke perairan Indonesia melalui Selat Makassar lalu menuju Samudra Hindia melalui Selat Lombok. ”Itu berpengaruh pada banyaknya ikan di Samudra Hindia, khususnya di selatan Pulau Jawa,” kata Fadli.